PROBOLINGGO – Habib Hadi Zainal Abidin dan Dhloul Mustofa Cahaya Rosulullah (DMCR), asuhan Kyai H Imam Lukman Hakim, pengasuh Ponpes Kanigaran Kota Probolinggo mengajak puluhan ribu, bahkan hingga 100 ribu warga Probolinggo bershalawat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (6/8) malam.

Menurut Habib Hadi, acara shalawatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Tak heran bila para jamaah shalawat membawa bendera merah putih kecil dan melambai-lambaikannya selama shalawatan.

Habib Hadi juga berharap NKRI mendapatkan rahmat dari Allah dengan bershalawat.

“Jamaah kami tetap untuk merah putih dan akan setia selamanya kepada Pancasila,” kata anggota DPR-RI dari PKB ini.

Dari pantauan awak media, jika hadirnya warga membuat area PPP Mayangan tak ubahnya lautan manusia. Dalam acara ini, diketahui jika panitia menyebarkan 100 ribu kupon berhadiah tiga motor matic.

“Jamaah yang hadir juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Garuda Pancasila, hingga Hari Merdeka, dengan penuh semangat. Acara shalawatan juga dihadiri Mustofa Atef dari Mesir,” kata bakal calon Walikota Probolinggo ini.

Kepada insan pers, Habib Hadi, mengatakan, bahwasannya kita sebagai umat Islam juga memiliki jaringan yang kuat, dan juga memiliki rasa kecintaan kepada bangsa kita dan cinta NKRI. Karena itu janganlah sekali kali Islam dikesampingkan begitu saja.

 

Baca Juga : Polresta Probolinggo Bersama BNN Persempit Peredaran Narkoba Jalur Laut

 

Sementara itu, menurut Ketua Majelis DMCR, Kyai H Imam Lukman Hakim mengatakan, kalau acara shalawat dikhususkan untuk mendoakan agar persatuan dan kesatuan NKRI tetap utuh.

“Maraknya pemberitaan media soal adanya upaya menggoyahkan keutuhan NKRI, menjadi keprihatinan bersama. Jamaah MDCR di Probolinggo menolak tegas idiologi lain selain Pancasila,” katanya di sela-sela acara.

Harapan kedepan masyarakat Indonesia, kata Kyai Imam, semakin sejahtera, damai, tentram, aman, saling toleransi, dan jangan saling menyakiti, jangan saling memfitnah satu sama lainnya.

“Bahwasannya Islam adalah Rahmatan Lil Allamiin,” pungkasnya. (ufa)