BONDOWOSO – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mengatakan pertumbuhan target nasional pengurangan jumlah Desa tertinggal menuju berkembang tahun 2015-2019 per tahun 2017 telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Dari target semula 5000 Desa tertinggal menuju berkembang, per maret 2017 sudah ada 10.000 Desa lebih. Sedangkan untuk target dari Desa berkembang menuju Desa maju telah mencapai 5000 Desa dari target awal yang hanya 2000 Desa.

“Berdasarkan survei yang dilakukan oleh sosiolog dari IPB, pak Ifan Novic, dari target 5000 Desa tertinggal yang harus dientaskan menjadi berkembang sampai Maret tahun lalu sudah 10.000 lebih. Tapi sebaiknya kita tunggu data dari BPS aja. Karena BPS saat ini sedang melakukan sensus,” paparnya sebelum menghadiri festival Desa Nusantara Kabupaten Bondowoso 2018 di PP. Darul Falah Desa Ramban Kulon, Cermee saat melangsungkan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, Senin (16/7).

 

Baca Juga : Menteri Eko Saputro Sampaikan Salam Hangat Jokowi kepada Masyarakat Bondowoso

 

Sementara untuk Kabupaten Bondowoso sendiri yang mempunyai 209 Desa juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Berdasarkan hasil pemutaakhiran Indek Desa Membangun (IDM) tahun 2017 yang dirilis oleh Mendes PDTT, sebanyak 48 Desa di Bondowoso berhasil keluar dari status Desa tertinggal. Dari jumlah total awal 64 Desa menjadi 16 Desa. Untuk Desa berkembang yang semula berjumlah 126 bertambah menjadi 155, sedangkan untuk Desa maju yang semula hanya 17 Desa menjadi 38 Desa.

Mendes PDTT Eko juga menyampaikan, bahwa angka kemiskinan di Bondowoso selama 9 tahun terakhir telah mengalami penurunan.

“Saya dengar dari Bupati, selama 9 tahun ini kemiskinan di Bondowoso turun dari 22,23% menjadi 14,54%,” pungkasnya. (abr)