Share
Sekda Bondowoso, Drs. H. Hidayat, M. Si saat membuka acara
Verifikasi lapangan tim Evaluasi Kabupaten Layak Anak tahun 2017
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI. (roy)

BONDOWOSO –  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI melakukan evaluasi dan verifikasi lapangan Kabupaten Layak Anak tahun 2017 di Bondowoso. Rombongan diterima langsung oleh Sekda Bondowoso, Drs. H. Hidayat, M. Si bersama Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak serta jajarannya, di Aula Sabha Bina 1, Sabtu (10/6).

Bondowoso mendapatkan apresiasi dari tim verifikasi karena dinilai sangat gencar menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk turut mewujudkan program Kabupaten Layak Anak (KLA). Tim verifikasi datang ke Bondowoso bermaksud untuk mengetahui sejauh mana program terimplementasi dengan baik di lapangan.

”Upaya yang luar biasa ini mudah – mudahan mendapatkan penghargaan terbaik,” ujar salah satu tim verifikasi menyampaikan apresiasinya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus berkomitmen dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas tinggi di masa depan. Salah satu komitmen tersebut tertuang dalam kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA). KLA telah didesign serta disosialisasikan sebagai sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak yang holistik, terintegrasi dan berkelanjutan.

 

Baca Juga : Sekda Bondowoso: Sistem Pemenuhan Hak Anak Jangan Statis

 

Sekda Hidayat menjelaskan, kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA) ini bertujuan untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan. Kebijakan ini juga merupakan implementasi dan tindak lanjut komitmen dunia melalui “ World Fit for Children” dan Pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya.

“Saat ini kita harus menguatkan implemetasi KLA dengan melakukan evaluasi secara mendalam untuk menjawab dinamika yang terjadi. Sehingga pengembangan KLA di Bondowoso tidak menciptakan pemenuhan hak-hak anak yang statis. Akan tetapi menjadi sistem pemenuhan hak-hak yang aktual dan kontekstual dengan isu dan potensi lokal,” ujarnya.

Ke depan, Sekda berharap agar proses pengembangan KLA di Bondowoso, juga diikuti dengan penguatan koordinasi para stakeholder terkait serta peran aktif dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah ) terkait.

“Sehingga Bondowoso mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak bisa tercapai dengan baik,” pungkasnya. (roy)