Share
Sekdaprov Jatim (kiri) bersama kepala BKN pada acara penandatanganan SK CPNS GGD Tahap 1 tahun

SURABAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr H Akhmad Sukardi, MM minta para Guru Gugus Depan (GGD) agar terus mengajar sesuai dengan Surat Keputusan (SK) penempatan di sekolah masing-masing, tidak perlu minta mutasi, karena jika pindah, sekolah akan kosong dan tidak terlayani dengan baik.Demikian permintaan yang disampaikan Sukardi seusai melakukan penandatanganan SK pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Guru Garis Depan (GGD) 2016 tahap 1,kemarin.

Pelaksanaan GGD menurutnya merupakan program kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Daerah ini, untuk memenuhi kebutuhan guru, terutama di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3 T).Dengan demikian dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di daerah 3 T serta untuk memberikan layanan pendidikan, mengatasi kekurangan guru dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah.

“Hal ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi permasalahan pendidikan khususnya penataan dan pemerataan guru karena secara rasiio sudah banyak tapi sebatas rasio, sedangkan retribusinya kurang,” ujarnya.

Sukardi menegaskan akan mempertahankan dan tidak mudahmelakukan mutasi bagi GGD yang sudah ditempatkan di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3 T) dan terpencil,baik sejak CPNS maupun setelah yang bersangkutan menjadi PNS.

Sekdaprov Jatim Dr. Akhmad Sukardi menandatangani SK CPNS GGD Tahap 1 Tahun 2017 di Jakarta

“Syarat lulus untuk menjadi PNS, para GGD harus memenuhi kriteria disiplin dan mempunyai integritas dalam waktu paling lama dua tahun,” tegasnya.

Realita sekarang, ditambahkannya guru hanya terkonsentrasi di ibu kota kabupaten, sedang di daerah (3 T) sekolah-sekolah masih kekurangan guru, bahkan tidak sedikit sekolah yang hanya memiliki satu guru merangkap kepala sekolah sekaligus mengajar semua mata pelajaran.

“GGD diharapkan efektif untuk mengatasi masalah-masalah distribusi guru,”pungkasnya.

 

Baca Juga : Tekan Angka Laka,Tim Gabungan Operasi Ranmor di Jalan Ahmad Yani

 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Dr Ir Bia Haria Wibisana, M.Sis mengatakan, tahun 2016 panitya seleksi nasional CPNS telah mengadakan seleksi GGD dan yang lulus SKD sebanyak 6.296 orang yang akan menjadi guru front-line sekolah 3 T tersebar 39 pada Kabupaten/ Kota se Indonesia.

“Hasil kelulusan tersebut diserahkan kepada Sekda Indonesia pada Tahap satu.Separuh sisanya diharapkan akan selesai bulan Agustus mendatang. Karena GGD melaksanakan tugas CPNS Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 agustus 2017,” katanya.

Ditambahkannya, para lulusan program profesi guru (PPG) pasca program sarjana mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) PPG S1,PPG SD Bersama PPG Kolaboratif, PPG Basic Science dan PPGT untuk diangkat sebagai CPNS daerah dengan jabatan tenaga fungsional guru, yang ditempatkan di salah satu dari 93 Kabupaten, daerah khusus 3 T minimal 5 tahun atau sesuai ketetapan daerah masing-masing.

“Guru sosial banyak sekali, namun guru eksakta jumlahnya masih sangat sedikit tapi.Hal ini merupakan dilema kesenjangan, maka harus diberdayakan GGD, untuk mengatasi masalah-masalah distribusi guru,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, 33 orang GGD yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan berhak diangkat sebagai CPNS di lingkungan Pemprov Jatim sebanyak 33 orang GGD, yaitu untuk daerah 3 T di Sampang 13 orang GGD dan Situbondo 20 orang GGD.GGD yang ditugaskan untuk mengajar pada sekolah 3 T adalah guru profesional yang memiliki sertifikat pendidik. Selain gaji pokok para GGD juga dberikan  penghasilan lain Hak-haknya sama seperti PNS tapi kontraknya ngajar di sekolah itu.

Penandatangan itu sendiri disaksikan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata, Ph.D dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Dr Ir Bima Haria Wibisana, MSIS, di Slipi Palmerah Jakarta Barat,kemarin.(sga)