BONDOWOSO – Tumbuh kembang kaum muda Indonesia saat ini diwarnai dengan berbagai permasalahan dan tantangan yang tidak mudah. Permasalahan yang dimaksud antara lain, masih tingginya angka putus sekolah, sulitnya mencari pekerjaan, serta maraknya kriminalitas yang banyak melibatkan kaum muda.

“Rendahnya hormat anak muda kepada orang yang lebih tua dan guru. Perubahan gaya hidup yang menjurus pada perilaku tidak sehat, seperti meningkatnya perilaku merokok pada usia muda, makin tingginya konsumsi narkoba dan zat adiktif, serta makin meningkatnya pergaulan bebas yang berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan,” ujar Sekretaris Daerah Bondowoso Hidayat, saat menjadi Inspektur Upcara peringatan HUT Pramuka ke-56, di Lapangan SMK PP Negeri 1 Tegalampel.

 

Baca Juga : Sembilan SMK di Bondowoso Sudah Terapkan FDS

 

Lebih jauh Sekda Hidayat mengatakan, permasalahan dan tantangan ini sangat memprihatinkan. Karena itulah, gerakan Pramuka sebagai pendidikan non formal yaang tujuan utamanya membentuk karakter generasi muda, sangat penting turut andil dalam membantu mendidik generasi muda.

“Pada saat ini di era pembangunan nasional yang berhadapan dengan makin kompleksnya masalah dan tantangan, kiranya gerakan pramuka dapat berkiprah dalam turut pembangunan nasional. Utamanya, turut mengatasi permasalahan dan tantangan kaum muda. Pramuka dan gerakan pramuka harus dapat berperan sebagai penyelamat generasi muda,” ujar Sekda Hidayat yang juga Ketua Kwarcab Bondowoso ini.

Pantauan di lapangan, usai upacara Peringatan HUT Pramuka ke-56, Sekda menyaksikan yel-yel Pramuka SMK PP yang pada tahun 2016 menjadi Juara 1 tingkat Provinsi Jatim, kemudian tari tradisionalGelleng Ro’om yang dibawakan oleh murid-murid SMP 1 Tegalempel. Tak lupa ditampilkan parade Smafo, yang merupakan visualisasi dari sandi morse, dan ditutup dengan Senam Pramuka SMK PP. (och)