BONDOWOSO – Pasca ditetapkannya Sekretaris Daerah Syaifullah sebagai tersangka, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bondowoso diminta untuk tetap tenang dalam melaksanakan tugas. Yakni, tidak mudah terpancing dan terganggu kinerjanya.

“Harapan saya kepada semua ASN, kerja tetap tenang, apa yang harus dikerjakan ya dikerjakan. Jangan sampai menganggu roda pemerintahan,” Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat dikonfirmasi Rabu (17/6/2020).

Ia mengatakan bahwa meski sudah ditetapkan sebagai tersangka namun Sekda tidak harus mengundurkan diri. Kecuali masuk tahap penahanan dan dianggap mengganggu kinerja, maka terdapat aturan pengunduran diri atau berhenti sementara yang harus diikuti.

 

Baca Juga : Canangkan Zona Integritas, Wabup Irwan Beri Arahan Kepada OPD

 

” Kalau memang tidak ada itu ya (Aturan pengunduran diri, Red) lanjut selama tidak mengganggu roda pemerintahan,” terangnya.

” Tapi saya masih belum tahu pastinya sudah ditetapkan apa belum. Karena saya belum menerima tembusan dari penetapan tersangka itu sendiri,”ujarnya dikonfirmasi media di Wisma Wabup.

Selama ini, lanjut Politisi PDI Perjuangan, Sekda sudah menghadapnya untuk menyampaikan statusnya sebagai tersangka. Bahkan, Wabup menyampaikan agar Sekda mengikuti aturan yang ada dan menghadiri panggilan.

” Jangan sampai mengganggu proses hukum. Yang kedua, bekerja sebagaimana mestinya kalau memang tidak diharuskan mundur ya tetap bekerja sebagaimana mestinya, ” pungkasnya. (och)