Share

BONDOWOSO – Sekretaris Daerah Bondowoso Syaifullah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ancaman kekerasan melalui informasi elektronik dan atau dokumen elektronik terhadap Alun Taufana Sulistiadi mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) wilayah setempat.

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, mengatakan, Satreksrim telah melakukan gelar perkara pada Jum’at (12/6/2020) lalu. Dan juga telah ekspose dengan Kejaksaan.

“Sehingga status inisial S hasil gelar dinaikkan sebagai tersangka,”ujarnya.

Tersangka disebut telah melanggar pasal 45B undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 45 ayat 3 jo pasal 29 UU nomor 11 tahun 2008 tentang informası dan transaksi elektronik jo pasal 335 KUHP.

 

Baca Juga : PDAM Bondowoso Tak Beri Relaksasi Pembayaran saat Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

 

“Ancamannya di bawah lima tahun,” Kata Kapolres Erick.

Untuk informasi, pada Juli 2019 lalu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso Alun Taufana Sulistiyadi menyampaikan surat pengunduran diri kepada Bupati Salwa Arifin, Rabu (31/7). Pengunduran dirinya dilakukan karena, adanya ancaman oleh Sekda Syaifullah perihal pelantikannya yang dinilai menghambat.

“Saya diancam mau dibunuh. Ada rekamannya. Semula, saya tidak mau mempermasalahkan perihal ancaman. Tapi, ternyata saat memimpin apel tadi pagi (Red :Rabu pagi) diulang-ulang bahwa BKD menghambat,” ujar Alun pada pemberitaan Memo Indonesia pada 31 Juli 2020.

Atas hal tersebut, Alun yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, pun melaporkan ancaman kekerasan tersebut ke kepolisian pada 5 Mei 2020 lalu.(och)