BONDOWOSO – Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu terus waspada terhadap ujian yang saat ini tengah mengancam Kebhinnekaan bangsa. Sejumlah tantangan terus bermunculan dalam menegakkan keutuhan NKRI.  Tantangan itu di antaranya munculnya pandangan dan tindakan di tengah-tengah masyarakat yang mengancam kebhinekaan Indonesia. Seperti sikap tidak toleran yang mengusung ideologi  selain Pancasila. Hal ini juga semakin diperparah dengan penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax atau kabar bohong.

Karenanya, di hadapan ratusan PNS, TNI, serta Polri yang mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Pemkab, Kamis (1/6), Sekertaris Daerah Bondowoso Hidayat, mengajak peran aktif seluruh komponen masayrakat, mulai dari ulama, pemuka agama, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budaya serta pengguna media sosial untuk menjaga keutuhan NKRI.  Perak aktif yang dimaksud yakni ceramah keagaaman, materi pendidikan, serta fokus pemberitaan, dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengalaman nilai-nailai pancasila.

 

Baca Juga : Pancasila Jangan Hanya Dihafalkan, Tapi Diamalkan

 

Selanjutnya, kata Sekda, masyarakat Indonesia bisa terus berpegang pada UUD 1945 serta Pancasila dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sehinggga seluruh Indonesia bisa hidup rukun dan berotong royong  untuk memajukan negeri dengan pancasila “Indonesia adalah harapan dan rujukan masayarkat Internasional untuk membangun dunia yang damai, adil, dan makmur di tengah kemajemkan,” katanya.

Lebih jauh, Sekda menjelaskan bahwa komitmen Pemerintah untuk penguatan pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah. Salah satunya yakni, telah diundangkan Peraturan Presiden  Nomer 54 tahun 2017, tentang unit kerja Presiden, pembinaan ideologi Pancasila. Lembaga ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalanpancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program-program pembangunan, pengentasann kemiskinan, serta pemerataan kesejahteraan. (och/esb)