Share

SITUBONDO – Pelaksanaan Pilkades serentak di 17 desa di Kabupaten Situbondo telah memasuki tahapan penyerahan proposal kampanye para calon kepala desa.

Selanjutnya mulai 21-23 September 2022, memasuki pelaksanaan kampanye calon Kades.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Situbondo, Lutfi Joko Prihatin, menerangkan, proses kampanye ini disiapkan dan dilaksanakan oleh Panitia di tingkat desa. Berupa kampanye penyampaian visi dan misi para calon dengan hanya dihadiri 50 an orang saja.

Untuk tempat sendiri, diminta agar menyesuaikan. Artinya, memilih lokasi yang memungkinkan pelaksanaan kampanye penyampaian visi dan misi terlaksana dengan aman, lancar dan kondusif.

“Panitia harus bersikap netral. Tak ada sesi debat. Debat itu nanti bisa memancing kaitannya dengan ketidaknyamanan para calon sendiri. Menghindari demikian,” urainya.

Disinggung perihal pelaksanaan pencoblosan, kata pria akrab disapa Lutfi, kendati pandemi mulai melandai pihaknya tetap menekankan pelaksanaan harus menerapkan protokol kesehatan di setiap TPS yang ada. Penggunaan masker, menyiapkan hand sanitizer, tempat cuci tangan.

Baca Juga : Peringati HUT PMI 77, Bupati Karna Beri Penghargaan pada Pendonor 50 Kali

Bahkan, dirinya mendorong agar panitia bekerja sama dengan pemerintah desa. Untuk mencukupi terkait masker, hand sanitizer dan lainnya. Karena, Pemdes sudah ada anggaran ke arah sana.

“Kalau panitia sudah tidak diperkenankan untuk menganggarkan kaitannya dengan Protkes. Jadi menggunakan dana desa,” urainya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan TPS lebih dari satu di masing-masing desa. Dengan ketentuan, maksimal pemilih 500 orang pemilih.

“Itu bisa lebih asalkan tidak berlebihan,” katanya.

Namun demikian, dia menegaskan tak ada wajib vaksin untuk pencoblos.

“Tidak wajib vaksin. Kita harus wajib menggunakan masker. Kekhawatiran kalau ini dilakukan, nanti tidak memenuhi kuota. Menjadi kegagalan, yang penting menjaga semuanya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pilkades Serentak 2022 akan diselenggarakan pada tanggal 6 Oktober mendatang. Total ada 17 desa, di 14 kecamatan yang mengikuti pesta demokrasi enam tahunan ini.

Di antaranya Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur; Desa Curahsuri, dan Kembangsari, Kecamatan Jatibanteng; Desa Sumberejo, Kecamatan Besuki; Desa Sumberagro, Kecamatan Sumbermalang; Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan; Desa Kendit dan Tambak Ukir, Kecamatan Kendit.

Kemudian Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan; Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo; Desa Sliwung dan Klampokan, Kecamatan Panji; Desa Semiring, Kecamatan Mangaran; Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa; Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar; Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus; dan Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih. (Och)