Share

BONDOWOSO – Tim Relawan Jas Hijau melaporkan sebuah akun media sosial dengan nama Refi Harun ke  Mapolres Bondowoso. Laporan tersebut terkait statusnya di halaman group facebook BOM (Bondowoso Opini Masyarakat) yang menyebutkan bahwa Ahmad Dhafir telah melakukan tindak pidana korupsi dan tak pantas untuk dipilih pada Pilbup mendatang.

Wahyudi Arifin, Relawan Jas Hijau dari Desa Gunung anyar, Kecamatan Tapen, menguraikan tudingan melalui akun facebook Refi Harun itu jelas sebagai pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik terhadap pribadi Ahmad Dhafir. Ia pun merasa dirugikan karena apa yang dilalontarkan Refi Harun tersebut tidaklah benar.

“Ini pencemaran nama baik yang saya diidolakan, jelas ini pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik,” ujarnya pada Memo Indonesia dihubungi via telphone.

Sementara itu, Kuasa Hukumnya, Abdul Halik, menguraikan ada baiknya sebagai pengguna media sosail untuk lebih hati-hati saat berkomentar ataupun melontarkan status di media sosial.

Baca Juga : Sebut Ketua DPRD Korupsi di Facebook, Pria di Bondowoso Ini Dipolisikan

“Kalau tidak berhati-hati statusnya atau komentarnya akan menyinggung privasi orang lain, makanya lebih hati-hati,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Kapolres Bondowoso, Taufik Herdiansyah Zeinardi, membenaran bahwa pihaknya telah menerima laporan sebuah akun facebook atas nama “Refi Harun”. Laporan tersebut masih akan ditindak lanjuti.

“Ini namanya black campaign atau kampanye hitam dengan menjelak-jelekkan orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia pun mengingatkan bahwa menjelang Pilbup 2018 marak terjadi kampanye hitam. Karena itu, netizen sebaiknya untuk lebih berhati-hati dan bijak di media sosial. Jika memang adanya temuan, warganet lebih baik melaporkan secara resmi.

“Ibaratkan kalau dulu itu mulutmu harimaumu, kalau sekarang tanganmu itu jangan gatel-gatel menuliskan berita yang belum tentu benar apalagi kalau tidak bisa dibuktikan kan bisa kenak,” jelasnya. (och)