Share
Kepala bidang (Kabid) lalu lintas Dinas Perhubungan (DisHub) Surabaya Robben Rico.AMd.Llaj,S.H.S.T di ruang kontrol Surabaya Inteligent Transport System (SITS) Terminal Bratang,Surabaya, kemarin.

 

SURABAYA – Sebanyak 100 pelanggar lalu lintas di Traffic Light Bratang yang berhasil terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV),Akhirnya dikirimi surat teguran oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Surat teguran tersebut dikirimkan ke rumah masing-masing pelanggar sebagai bagian sosialisasi kebijakan tilang berbasis CCTV per September ini.

AKBP Adewira Negara Siregar Kasatlantas Polrestabes Surabaya menggungkapan, pengiriman surat teguran pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh anggota Satlantas Polrestabes Surabaya dengan mendatangi rumah sesuai alamat di STNK kendaraan dan alamat pemilik kendaraan tersebut diperoleh dari rekam foto plat nomor kendaraan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang dikirimkan ke Dirlantas Polda Jatim untuk divalidasi. Kemudian, dibuatkan surat teguran disertai foto bukti pelanggaran saat di Traffic Light.

“Mulai kemarin kami mengirimkan surat teguran untuk 100 pelanggar. Petugas kami yang mendatangi alamat masing-masing sesuai STNK kendaraan,” ungkapnya.

Untuk pengiriman surat teguran pelanggaran lalu lintas ini, ditambahkannya akan dilakukan selama satu bulan penuh di Bulan September. “Untuk bulan Oktober penerapan sanksi tilang akan diberlakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Robben Rico, AMd. Llaj,S.H.S.T memaparkan,program ini telah disepakati oleh instansi terkait seperti Kepolisian,Kejaksaan,Pengadilan Negeri Surabaya maupun Dishub Surabaya diberi nama Tilang by CCTV

Yang memang didalam aturan hukum sudah terakomodir didalam undang-undang 22 tahun 2009 tentang  Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR) dan PP no 80 tahun 2012. “Program ini sengaja dirancang supaya warga Surabaya agar tertib berlalu lintas,ada ataupun tidak ada petugas dijalan,” paparnya di Surabaya Intelegence Transport System (SITS) Surabaya.

 

Baca Juga : Penerapan E-Tilang CCTV Akan Diberlakukan Oktober Mendatang

 

Dari hasil analisa, ditambahkan para pelanggar yang terekam CCTV baru di satu titik di Traffic Light Bratang sebelum dilaksanakan sosialisasi jumlahnya mencapai 450 sampai 550 perhari.Setelah dilakukan sosialisasi ternyata dapat menekan angka pelanggaran yaitu mencapai 220-270 pelanggaran.

“Ini artinya respon warga Surabaya sangat baik, dan diharapkan kedepannya akan dapat menurunkan angka kecelakaan lalulintas,” pungkasnya.

Pantauan di ruang kontrol Surabaya Inteligent Transport System (SITS) Terminal Bratang, kamera pintar yang disebut-sebut bernama e-CCTV ini memang mampu menganalisa secara mandiri. Kalau terjadi pelanggaran, kamera ini secara otomatis mengkonversi rekaman video menjadi empat gambar.Tiga gambar menunjukkan proses pelanggaran, satu gambar menunjukkan plat nomor kendaraan.Dan data gambar inilah nanti yang akan disertakan dalam surat tilang yang dikirim ke pelanggar lalu lintas sebagai bukti pelanggaran.

Data tabulasi di SITS pada 1 September 2017 total ada 430 pelanggaran, didominasi pelanggaran lampu merah, 346 kasus. Sedangkan tanggal 2 September terjadi 412 pelanggaran dengan pelanggaran lampu merah sebanyak 312 kasus.
Sementara itu mulai 3 September sore hingga 4 September pukul 06.00 total 221 pelanggaran yang terekam,Antara lain menerobos lampu merah 178, Pelanggaran lajur jalan 40 dan marka jalan 3.Dari kesemuanya pelanggaran tersebut dilakukan oleh roda dua.(sga)