BONDOWOSO – Masa kampanye Pilkada 2018 di Bondowoso telah dimulai sejak 15 Februari 2018. Namun demikian, baru kali ini kedua Paslon, Salwa-Irwan dan Dhafir-Dhayat berorasi dalam satu tempat. Kedua paslon berorasi dengan durasi lima menit secara bergantian sesuai nomor urut, usai membacakan lima point deklarasi kampanye damai, Minggu (18/2).

Salwa Arifin dalam orasinya mengatakan, bahwa dirinya dan calon wakil bupati pasangannya, Irwan Bahtiar berkomitmen membangun Bondowoso tanpa korupsi dengan menjunjung kejujuran dan keadilan.

“Menciptakan masyarakat yang damai sejahtera. Ke dapan mari kita bersama-sama membangun Bondowoso menjadi kabupaten yang maju, rakyatnya sejahtera dan ekonomi meningkat. Terutama insan-insan yang takwa kepada Allah SWT,” ujarnya diikuti tepuk tangan para pendukung.

Irwan Bahtiar pun menguraikan  program yang diusungnya yakni ingin mengajak masyarakat Bondowoso tanpa korupsi, pungli dan jual beli jabatan.

 

Baca Juga : Kampanye Damai, Plt Sekda Bondowoso: Harus Siap Menang dan Siap Kalah

 

Sementara itu, Ahmad Dhafir dengan didampingi Hidayat mengatakan, bahwa semua orang tau bahwa setiap pemilih yang memberikan hak suara di TPS dengan senyum dan hanya dengan waktu lima menit. Karena itu, jika pasangan Sang Pemimpin terpilih akan membuat semua rakyat Bondowoso tersenyum dalam lima tahun ke depan.

“Adapun visi misi, niat dan tujuan Ahmad Dhafir dan Hidayat yakni tetap melanjutkan membangun Bondowoso beriman, berdaya dan bermartabat,” ujarnya diikuti ratusan pendukung yang telah memadati lokasi Deklarasi Kampanye Damai di depan Pendapa Bupati sejak pagi.

Menurutnya, beriman memang tidak bisa diukur dengan keberhasilan kinerja. Tapi tidak ada cerita orang bertaqwa kalau tidak beriman. Maka bagaimana seseorang tidak hanya membuat pernyataan bertaqwa kepada Allah SWT, tapi harapannya semua pihak dalam melaksanakan tugas pemerintahan melayani masyarakat didasari dengan ketaqwaan.

“Artinya apa, tidak hanya tunduk terhadap peraturan perundang-undangan, kita sadar bahwa nanti kita akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Itulah yang terpenting, membangun Bondowoso bukan hanya sebuah slogan,” pungkasnya. (och)