Share

BONDOWOSO – Dalam upaya meningkatkan Keselamatan Ibu dan Anak (KIA), beberapa daerah di Kecamatan Wringin, Bondowoso membutuhkan rumah singgah untuk proses persalinan. Keberadaan rumah singgah akan sangat membantu dalam memberikan pelayanan terhadap ibu melahirkan.

Hal ini ditegaskan Shadik, Camat Wringin saat Sosialisasi Kampanye Imunisasi Measles Rubella di Aula Puskesmas Wringin, Kamis (15/6/17). Menurutnya, beberapa dusun dengan tingkat kesulitan geografis yang cukup ekstrim perlu memiliki fasilitas rumah singgah. Hal itu untuk mengantisipasi lambatnya penanganan proses persalinan.

Acara yang digelar oleh Tim Pelaksana Program Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu (STOP BERDUKA) ini di hadiri oleh Unsur Muspika Kecamatan, Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas, TP PKK Kecamatan, perwakilan kepala desa, bidan desa dan perwakilan dukun bayi aktif.

 

Baca Juga : FDS Bisa Kacaukan Sistem Pendidikan di Daerah

 

Shadik menambahkan, kendati AKI/AKB di Kecamatan Wringin tahun ini belum ada, namun upaya tetap mempertahankan pencapain itu harus dilakukan. aupayanya dengan membangun sinergi antara dukun bayi, pemerintah kecamatan dan desa.

Kegiatan yang didukung Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) ini menurut Dr. Titik Erna Erawati diharapkan membantu akselerasi peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso dengan indicator kualitas kesehatan ibu dan anak.

Menanggapi usulan penyediaan fasilitas rumah singgah oleh peserta forum diskusi, Kabid Kesmas Dinkes tersebut menjelaskan bahwa program di pusat memang ada. Namun ada beberapa prosedur yang harus terpenuhi. Di antaranya harus dekat dengan kecamatan dan kabupaten, ada petugas rumah singgah serta kelengakapannya. (ayi/esb).