Share

BONDOWOSO – Jumlah RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di Bondowoso mencapai 80ribuan. Semuanya tersebar merata di wilayah kabupaten Bondowoso.

“Data ini di Dinas Pemukiman,” demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, saat menyampaikan sambutan dalam acara Penyerahan Bantuan Kepala Rumah Tangga Perempuan Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan Provinsi Jatim 2018 di Kantor desa Patemon, kecamatan Tlogosari, Selasa (2/10).

Ia menerangkan penyebab masih banyaknya RTLH ini karena tingginya angka kemiskinan di Bondowoso yakni 14,56 persen. Sehingga, untuk membangun rumah masyarakat tidak mampu. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan mendorong upaya pemberdayaan.

 

Baca Juga : Wabup Irwan : Jangan Ada Dusta Diantara Rakyat Bondowoso

 

“Kalau hanya mengandalkan APBD, katakanlah setiap tahun 1.000 rumah. Maka diperlukan 80 tahun. Tapi kalau konsep pemberdayaan ini betul-betul dilakukan. Artinya apa, Badan Pemberdayaan  desa ini ya konsepnya pemberdayaan,” urai laki-laki yang juga ketua DPC PDIP Bondowoso itu.

Lebih jauh, Ia pun menerangkan bahwa jika setiap kegiatan yang untuk infrastruktur memanfaatkan masyarakat setempat. Minimal masyarakat setempat akan memperoleh penghasilan.

Ditanya tentang upaya untuk menanggalkan status Bondowoso daerah tertinggal, Ia menegaskan bahwa ke depan akan membangun infrastruktur. Karena, ini dinilai menjadi bagian utama.

“Kalau infrastruktur ini sudah dibangun di pedesaan. Akan membuat arus transportasi barang semakin mudah, sehingga akan menekan biaya produksi. Terus kalau ada desa yang punya penghasilan di bidang pertanian akan cepat dijual. Kalau ada orang sakit untuk akses ke Rumah Sakit dan Puskesmas akan memangkas waktu sangat cepat sehingga ini akan berdampak. Angka kematian ibu dan bayi berkurang. Ini konsep,”pungkasnya. (Och)