BONDOWOSO – Ratusan peserta balap sepeda Bondowoso Road to Ijen bergegas mengayuh pedal sesaat setelah Bupati Amin Said Husni mengangkat bendera start di areal Monumen Gerbong Maut, Sabtu (22/4/2017). Para peserta akan adu cepat untuk finish di Paltuding, Kecamatan Ijen. Pelepasan itu sekaligus menjadi rangkaian Festival Ijen 2017.

Di langit Bondowoso, terdengar deru mesin penggerak paramotor yang sedang melayang. Di belakang parasut, tampak sebuah banner bertuliskan ‘Bondowoso Road to Ijen’. Pilot paramotor itu kemudian berputar-putar di atas kota Bondowoso. Sontak, warga pun terpukau dengan aksi tersebut.

“Di acara pembukaan ini, kami memang meminta kepada FASI Paralayang Bondowoso untuk ikut mempromosikan kegiatan balap dan utamanya Ijen Festival 2017,” ujar Huzaini Efendi, Ketua KONI Bondowoso.

Dia menjelaskan, FASI Paralayang merupakan cabang olahraga berbasis kedirgantaraan yang merupakan binaan KONI Bondowoso. Selain sebagai sebuah olahraga, paralayang juga diharapkan memberikan sumbangsih tèrhadap pengembangan pariwisata Bondowoso.

“Basisnya memang olahraga. Tapi paralayang itu juga menjadi salah satu penggerak pariwisata di Bondowoso. Apalagi site paralayang di Megasari, Kecamatan Ijen, memiliki pemandangan yang luar biasa bagus, sehingga kini menjadi salah satu objek wisata yang mulai banyak menarik minat pengunjung,” paparnya.

Sementara itu, Wahyudi Widodo, Sekretaris FASI Paralayang Bondowoso menyampaika bahwa pihaknya cukup senang terlibat dalam pengembangan pariwisata di Bondowoso.

“Alhamdulillah, tahun ini kita juga akan menyemarakkaan Ijen Festival setelah Bondowoso ditetapkan sebagai tuan rumah Grand Final Paragliding Trip of Indonesia (TroI) 2017. Pelaksanaan kegiatan diagendakan bulan Oktober mendatang,” pungkasnya. (esb)