BONDOWOSO – Ribuan masyarakat Bondowoso berbondong – bondong menghadiri acara halal bihalal dan silaturahmi bertajuk Jas Hijau. Acara tersebut diadakan oleh ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, di gedung Education Developent Centre (EDC), Minggu (16/7/2017).

Diadakannya acara tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada jasa ulama yang telah memperjuangkan tegaknya NKRI. Di sisi lain juga sebagai wahana mempererat tali persaudaraan warga nahdliyin Bondowoso.

Jas Hijau, yang berarti jangan sekali kali hilangkan jasa ulama, diulas tuntas oleh Dhafir di hadapan para hadirin. Ia mengatakan bahwa, dicetuskannya jas hijau sebagai upaya memerangi hal – hal atau tindakan yang berpotensi untuk merongrong keutuhan NKRI. Bahkan adanya isu bahwa telah lahir imam besar umat islam di Indonesia, seakan – akan mau melenyapkan jasa ulama NU.

“Jas Hijau dicetuskan oleh kader – kader muda NU. Kita sebagai kader muda mulai khawatir atas keadaan NKRI saat ini. Mulai bermunculan radikalisme, Indonesia bersyariat dan terakhir ada yang muncul mangaku imam besar umat islam. Kalau begitu mau dikemanakan pengorbanan warga NU sejak tahun 1926. Kalau pun akan ada imam besar umat islam yang layak adalah ulama NU,” ungkapnya.

Dhafir mengingatkan bahwa, diadakannya acara tersebut bukan semata – mata ingin dipuji atau mengharapkan sebuah sanjungan. Acara tersebut murni untuk menyalurkan rasa tanggung jawabnya sebagai warga NU. Yang memang secara turun menurun membudayakan taat kepada perintah ataupun jasa ulama.

 

Baca Juga : Konvoi ‘Jas Hijau’, Kades: Ini Cinta untuk NU dan NKRI

 

“KH Syamsul Arifin, KH Wahab Khasbullah dan terakhir ada Kiai As’ad Samsul Arifin yang dinobatkan oleh pemerintah sebagai pahlawan nasional. Tentu hal tersebut adalah bukti bahwa para ulama telah mengirim pasukan untuk merebut kemerdekaan. Dilakukannya halal bi halal ini bukan mengharap pujian dan sanjungan. Namun sebagai bentuk tanggung jawab selaku warga NU yang mempunyai andil besar dalam mewujudkan lahirnya NKRI,” papar Dhafir.

Dhafir yang saat ini sebagai Ketua DPRD Bondowoso, mewanti kepada seluruh warga NU, tanpa pandang bulu untuk bergandengan tangan untuk saling mengingatkan tentang betapa besarnya jasa ulama yang telah kita rasakan saat ini.

“Maka dari itu saya mengajak seluruh  warga NU, yang berada di struktural NU, kepala desa, politik praktis untuk bersama – sama menjaga warisan yang telah dikaruniai oleh para ulama.

“Karena anak yang baik bukan menghabiskan warisan orang tua, tapi merawat warisan orang tua,”  tutup pria yang juga ketua DPC PKB Bondowoso ini. (abr)