Share

Surabaya – Sebanyak 1.500 peserta mengikuti Festival Rujak Uleg yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724, di kawasan Kya-kya Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Kemarin. Festival Rujak Uleg ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, Festival Rujak Uleg untuk mengingatkan masyarakat Surabaya, utamanya generasi muda, bahwa Surabaya memiliki kuliner legendaris yang tidak boleh dilupakan. Rujak uleg merupakan bagian dari warisan budaya para pendahulu di bidang kuliner.

“Festival ini untuk mengenang dan menjaga budaya kita. Salah satunya rujak uleg. Mungkin anak-anak kita tidak tahu. Kita bangkitkan lagi bahwa kita punya kekayaan luar biasa di bidang kuliner, yakni rujak uleg,” katanya.

Menurut Risma sapaan akrabnya, rujak uleg termasuk makanan khas Surabaya yang didalamnya ada makanan yang terbuat dari bahan seperti kacang, petis, cingur serta berbagai buah-buahan seperti mangga, pepaya dan lain sebagainya.

“Kita bangkitkan lagi bahwa kita punya kekayaan luar biasa di bidang kuliner, yakni rujak uleg,” ujarnya.

Dijelaskannya, rujak uleg, menjadi bagian dari sejarah kota Surabaya dan tradisi yang perlu dilestarikan.

“Melalui festifal rujak uleg ini kita warga Kota Surabaya agar bisa menjaga tali persaudaraan sesama warga agar tidak ada pertikaian dan perpecahan antarwarga Kota Surabaya,” jelasnya.

Diharapkannya, dengan digelarnya festival ini, bisa menjadi agenda untuk hari jadi kota Surabaya dan meningkatkan destinasi wisata.

“Tahun ini juga ada evaluasinya. Tiap tahun pelaksanaan rujak ulek ini menambah pengunjung dari dalam dan luar negeri yang ke Surabaya. Ini juga diikuti dari beberapa anggota sister city,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, untuk proses persiapan toko-toko di sekitar Kembang Jepun juga sudah mulai ditutup sejak Minggu pagi.

“Persiapan panggung, meja, kursi dan cobek-cobek juga sudah disiapkan semua,” katanya.

Widodo menjelaskan, total peserta yang mengikuti Festival ini sebanyak 1.500 peserta diantaranya dari kelurahan, kecamatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya, umum, hotel, tamu kehormatan dari Amerika dan ada beberapa peserta dari universitas.

“Teman-teman dari luar negeri juga sebagian sudah mengerti soal uleg-menguleg. Mereka juga belajar budaya dan belajar ke penjual rujak,” jelasnya.

Ditambahkannya, proses penjurian festival rujak uleg dibantu juri dan beberapa komunitas diantaranya asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surabaya, tata boga, universitas Ciputra,dan forum pengelola objek wisata Surabaya.

“Yang dinilai itu adalah rujak uleknya. Rasa masing-masing grup dan kostum juga dinilai. Ada hadiah Rp1,5 juta rupiah untuk 60 nominasi terbaik. Tapi nanti juga banyak hadiah hiburan dari sponsor,” pungkasnya.

Pantauan Memo Indonesia di lapangan, pada hari jadi kota Surabaya ke-724 kali ini para peserta tampil semakin menarik dengan kostum yang semakin unik. Kreativitas peserta ditampilkan dengan all out. Ada peserta yang mengenakan kostum Batman dan Iron Man sambil mengulek rujak. Ada pula peserta yang mengenakan kostum drakula.
Festival rujak uleg kali ini bisa dikatakan lebih meriah dari tahun sebelumnya sejak pertama kali digelar tahun 2002 karena pesertanya pun makin banyak.(sga)