SURABAYA – Ribuan massa dari berbagai elemen, mulai dari lintas agama, tokoh masyarakat, ormas, organisasi wanita, mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam komite aksi kemanusiaan surabaya untuk Rohingya menggelar aksi simpatik di depan Gedung Grahadi, Surabaya, tadi siang.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa mendesak kepada pemerintah Bangladesh agar membuka perbatasan demi kemanusiaan, untuk keselamatan Rohingya. Mereka juga minta negara-negara di Asean menekan Myanmar agar menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingya. Serta  meminta kepada Mahkamah Kejahatan Internasional, untuk mengadili pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Salah satu koordinator aksi Arif mengatakan aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat muslim Rohingya yang mengalami tindak kekerasan penindasan di Myanmar.

 

Baca Juga : Pakde Karwo : Masyarakat Tidak Bole Berikan Dana Langsung ke Myanmar

 

“Kami berharap Pemerintah Republik Indonesia mengusir duta besar Myanmar dari Indonesia. Karena hingga sekarang belum juga ada itikad baik untuk menyelesaikan konflik yang terjadi menimpa Rohingya,” katanya.

Pantauan di lapangan, aksi masa tersebut dengan orasi-orasi serta dengan membentangkan poster dan spanduk, masa mengenakan pita hitam di lengan, sebagai bentuk keprihatinan atas insiden kekerasan yang menimpa masyarakat Rohingya, Myanmar. Dalam aksi tersebut, juga membuka pundi kotak amal untuk bantuan kemanusiaan etnis Rohingya.
Sementara, dalam aksi ini arus lalu lintas menuju Gedung Grahadi, macet. Polisi yang ada di lokasi terus berupaya mengatur arus lalulintas. (sga)