Share

BONDOWOSO – 2757 pendaftar panitia pemungutan suara (PPS) Pemilu 2024 di Bondowoso sejak kemarin (9/1) hingga besok (12/1) antusias mengikuti tes CAT di salah satu sekolah di Bumi Ki Ronggo. Kerenya, hasil tes atau nilainya langsung bisa dilihat secara umum.

Ketua KPU Bondowoso, Junaidi mengatakan jumlah pendaftar anggota PPS secara keseluruhan, mencapai 2757 peserta. Oleh sebab itu, pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap selama empat hari. Dalam satu hari, kurang lebih ada satu hari ada empat sesi sekaligus. Kecuali pada hari terakhir, direncanakan akan ada lima sesi.

“Jadi jumat dan sabtu, kami punya jeda untuk menentukan siapa yang terpilih setiap desa itu,” katanya.

Dikonfirmasi terkait peserta yang akan lolos ke tahap selanjutnya, pria yang akrab disapa Jun ini, menuturkan masih belum bisa ditentukan. Karena masih akan menyesuaikan dengan jumlah peserta setiap desa. Terlebih terdapat aturan dua kali kebutuhan dan tiga kali kebutuhan, setiap kebutuhan akan diisi oleh tiga orang.

“Enam atau sembilan orang, yang akan mengikuti seleksi wawancara selanjutnya,” imbuhnya.

Baca Juga : Kapolres Situbondo Nobar Indonesia Lawan Vietnam Bersama Awak Media

Selain itu dia juga menjelaskan, setiap desa hanya akan dipilih tiga orang untuk menjadi anggota PPS. Tentunya setelah mengikuti seleksi wawancara terlebih dahulu. Artinya kurang lebih akan ada 657 orang yang akan dipilih. Mengingat jumlah kelurahan dan desa di Kota Tape mencapai 219 dari 23 kecamatan.

Lebih lanjut, Jun juga menuturkan setelah peserta tes CAT selesai mengerjakan tugasnya. Nilai masing-masing bisa dilihat secara langsung. Tapi, jika peserta tidak ingin nilai dipublikasikan. Ternyata KPU juga akan melakukan hal tersebut, meskipun nilai aslinya sudah dipegang semua.

“Kami tidak akan menambah apalagi mengurangi nilai,” katanya.

Test CAT untuk calon PPS di Bondowoso memang baru pertama dilaksanakan. Mengingat pada Pemilu sebelumnya, tes masih dilakukan secara konvensional. Hal ini bertujuan untuk menguji kemampuan masyarakat, dalam bidang teknologi informasi.

“Dua model ini sebenarnya masih sama-sama diperbolehkan,” pungkasnya. (abr)