PROBOLINGGO – Jajaran Polres Kota Probolinggo telah berhasil mengamankan ribuan botol miras berbagai merk dan jenis, beserta 8 orang pelakunya, yang terdiri dari 4 orang penjual miras dan 4 orang peminum.

Terkait dengan operasi miras tersebut, Kapolres Kota Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal SH SIK kepada media mengungkakegiatan operasi miras kali ini menindak lanjuti instruksi Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin yang memerintahkan kepada jajaran Kepolisian wajib menghentikan peredaran miras.

Kata Alfian dalam operasi miras kali ini jajaran Polres Kota Probolinggo  berhasil mengamankan 2.120 botol miras berbagai merk dan jenis.

“Selain mengamankan ribuan botol miras, kami juga akan menindak 4 orang penjual dan 4 orang peminum tersebut,” ungkapnya.

Alfian juga menyebutkan bahwa 4 orang penjual miras yang ditindak adalah Hendri, warga jalan Patimura Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan.

“Yang kedua yaitu Edy warga jalan Ahmad Yani Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Ketiga Wikong warga jalan Letjen Suprapto Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan dan Jangjoen alamat jalan Damarwulan Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan,” bebernya.

Sedangkan 4 orang peminum yang ditindak, kata Alfian ini antara lain, pertama Dinan (30), Zainal Rahmat (23), Zainal Hasan (50), dan Mulyono (49).

“Keempat peminum ini merupakan warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan,” jelasnya.

Baca Juga : Empat Kecamatan Ini Terbanyak Penderita HIV/AIDS di Bondowoso

Para penjual miras ini, menurut Alfian Nurrizal akan dikenakan sangsi hukuman yang berat. Bahkan untuk memberikan sangsi yang berat kepada penjual miras itu, pihaknya sudah ber koordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo.

“Bagi produsen maupun distributor miras ini akan kita kenakan sangsi hukuman yang berat. Yakni dengan hukuman kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp.10 juta,- Ancaman sangsi hukuman ini sudah kita kordinasikan dengan Ketua PN,” kata Alfian.

Dia menegaskan, kegiatan operasi miras ini akan terus dilakukan secara kontinyu dan secara periodik.

“Apalagi ini menjelang datangnya bulan suci Ramadhan operasi miras akan kami tingkatkan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Rudianto Ghofur, selaku Ketua DPRD setempat mengatakan, Perda miras di Kota Probolinggo sebenarnya sudah di buat. Perda ini diatur oleh peraturan yang sudah ada pada Eksekutif.

“Bahwasannya yang bisa menyediakan minuman keras beralkohol adalah rumah makan yang bertaraf. Yaitu untuk menyediakan tamunya dari luar negeri. Kemudian Hotel Bintang III,” terangnya.

Dia menjelaskan, kalau selain itu yang menjual tanpa ada ijin, tidak ada kejelasannya berarti ilegal dan harus ditindak.

“Untuk memaksimalkan sangsi hukuman ataupun denda materi bagi penjual miras, kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan PN. Dengan harapan kedepan sangsi hukuman ataupun denda bagi penjual miras bisa kita maksimalkan,” ucapnya.

Ribuan botol miras yang disita dari penjual dan peminum tersebut, langsung dimusnahkan bersama Forkopimda dan MUI setempat dihalaman Mapolres Probolinggo Kota. (afu)