Share

BONDOWOSO – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bondowoso mengaku bahwa rest area pemandangan Arak-arak makin banyak diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung yakni tahun 2017 untuk wisatawan nusantara mencapai 36.436, dan wisman yakni 282. Kemudian, hingga Oktober 2018, yakni sudah mencapai 22.427, dan wisatawan manca negara meningkat 100 persen lebih, yakni 470.

Harry Patriantono, Kepala Disparpora, Rabu (20/11), mengaku bahwa jumlah tersebut masih diperkirakan akan bertambah. Pasalnya, akhir tahun akan digelar hiburan menyambut tahun baru, dan masih ada beberapa hari libur.

Di tahun 2018, kawasan ini disebut oleh Harry bahwa telah berkontribusi untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui retribusi. Walaupun, Ia tak menyebutkan jumlah kontribusi dimaksud.

 

Baca Juga : Pemkab Bondowoso Prioritaskan Pembangunan Infratruktur Di Kecamatan Botolinggo

 

“Kawasan rest area Arak-arak ini bisa saya katakan reborn, lahir kembali dalam dua tahun terakhir ini. Selama ini vakum, baru dua tahun kemarin kita membangun kembali kawasan ini,” urainya.

Ia mengaku bahwa untuk pengembangan pemandangan Arak-arak ini, pihaknya di tahun 2017 mendapatkan anggaran sekitar Rp 697 juta, yang digunakan untuk pembangunan menara pandang, toilet, dan gazebo, pembangunan tulisan iconik, rehab pusat oleh-oleh dan coffe house, pembangunan gerbang dan pagar wisata arak-arak.

“Untuk 2018 kami mendapatkan alokasi anggaran dari DAK, yang kami gunakan untuk pembangunan mushollah, pedestrian, pembuatan dan pemasangan gazebo, pembangunan pagar wisata arak-arak,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya mengharapkan pembangunan di rest area tersebut bisa menjadi iconik. Hal ini untuk menyambut jalan tol Banyuwangi-Surabaya yang salah satu exit tolnya ada di kawan arak-arak. (Och)