Bondowoso – Pemerintah dan otoritas jasa keuangan (OJK) tengah gencar mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif khususnya Pertanian. Diharapkan komposisi kredit di sektor ini sebesar 40 persen dari keseluruhan kredit perseroan.

Penyaluran kredit untuk usaha-usaha kreatif, termasuk juga sektor pertanian juga menjadi salah satu fokus bank milik pemeritah. Menurut Prihanto Puji Widodo Pemimpin Cabang BNI Bondowoso, pihaknya juga fokus dalam upaya pemberdayaan ekonomi kreatif. Hal itu sesuai dengan kebijakan dari pemerintah.

Setelah dilakukan survey di lapangan, kata dia, ekonomi kreatif banyak didominasi oleh usaha menengah ke bawah, dalam hal ini sektor pertanian. Seperti contohnya petani yang konsen di tebu dan padi.

Kendati begitu, dia mengakui jika sektor ini dinilai sangat riskan dalam hal kredit macet (NPL). Namun perbankan tentunya akan memberikan perlindungan dan berhati-hati dalam menyalurkan dananya. “Sekarang semua perbankan, tidak terkecuali BNI, menerapkan prudential banking sehingga bisa mengurangi risikonya,” tutur pria yang akrab dipanggil Widodo ini.

Selain itu, pihaknya juga akan mengindentifikasi calon-calon nasabah potensial dan debitur-debitur yang telah masuk daftar hitam perbankan. Debitur-debitur ‘nakal’ ini tentunya tidak akan diberikan kredit lagi.  Pihaknya juga bekerja sama dengan pihak-pihak yang berafiliasi.

”Jadi contohnya kita kerjasama dengan pabrik gula. nanti pabrik gula ini yang akan memberikan informasi petani tebu mana yang bisa diberi kredit,” katanya.

Widodo berharap dengan adanya kredit usaha rakyat dengan bunga rendah ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Bondowoso. Sehingga mereka bisa semakin bankable dalam mengembangkan usahanya. (och/esb)