BONDOWOSO – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan, Bambang Sukwanto mengaku bahwa pihaknya masih memberi toleransi terhadap pedagang yang berjualan di bahu jalan untuk segera pindah ke lokasi pasar Induk yang sudah selesai dibangun hingga Minggu (6/5).

Sebenarnya kata Bambang, Diskoperindag memberi batas relokasi 10 hari setelah penyerahan kunci, yakni 29 April 2018 (Penyerahan Kunci pada 19 April 2018). Hanya saja masih ada sebagian pedagang yang berbenah dan mempersiapkan kepindahan mereka, termasuk melakukan pemberitahuan kepada para pelanggan.  Sehingga, masih belum semua pindah.

” Ya mungkin mereka masih butuh sosialisasi lagi mereka kepada para pelanggannya, yang penting adalah mereka  jangan sampai egois  memikirkan diri sendiri nggak mau pindah. Karena kasian, pengguna jalan kalau mau ke RE Martadinata harus keliling. Belum lagi, toko-toko itu sudah empat tahun, kasian, mereka juga mengeluh,” ujarnya usai mengikuti upacara Hardiknas, di Alun-alun Ki Bagus Asra, Rabu (2/5).

Baca Juga : Pedagang Pasar Induk Bondowoso Terima Kunci Pekan Depan

Recananya Diskoperindag dan Satpol PP Bondowoso, kata Bambang, akan melakukan sidak kepada para pedagang, Kamis (3/5).

Sementara itu, Kasatpol PP Aries Agung Sungkowo, mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak terlebih dahulu pada apra pedagang. Sebelum akhirnya akan ditindak secara tegas jika, hingga batas waktu toleransi yang diberikan oleh Diskoperindag tidak dipatuhi.

“Kalau mereka nggak mau pinda, pas di tengah jalan ya kita bongkar. Mereka sudah diebri tempat nggak mau pindah, kan aneh kan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Seperti diketahui, Pasar Induk Bondowoso dilalap si jago merah pada September 2014 lalu. Ratusan toko dan kios rata dengan tanah. Selama empat tahun terakhir, pedagang terpaksa harus bejualan di pasar sementara yang dibuatkan di badan jalan, sekitar Jl. Teuku Umar dan Jl. KH Agus Salim.

Saat ini, pasar Induk Bondowoso telah selesai dibangun kembali, sejumlah pedagang diberi waktu untuk segera menempati kios yang telah diperbaiki itu.(och)