BONDOWOSO – DPC PKB Bondowoso melaunching pendaftaran bakal calon legilslatif 2019, Selasa (29/5), di kantor DPC.

Ahmad Dhafir, Ketua DPC PKB Bondowoso mengatakan, PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, maka dalam pendaftaran bacaleg ini pihaknya akan meminta rekomendasi, arahan dan petunjuk dari NU.

Ia berpesan agar setiap bacaleg yang mendaftar melalui pintu PKB agar setelah menjadi anggota DPRD hendaknya tidak berpikir bahwa ini merupakan lapangan kerja. Melainkan, berpikirlah bahwa menjadi anggota DPRD ini harus memiliki niat tulus untuk menjadi alat perjuangan ulama dan Nahdlatul Ulama.

“Menjadi anggota DPRD punyai niat tulus untuk menjadi alat perjuangan ulama, NU. Tentu ini sebuah perjuangan, pengabdian,” urainya.

Laki-laki yang juga cabup Bondowoso yang didukung mayoritas partai ini, menerangkan, pedaftaran bacaleg ini dibuka mulai 29 Mei hingga 30 Juni 2018.

 

Baca Juga : Launching Pendaftaran, DPC PKB Bondowoso Bakal Selektif Pilih Bacaleg

 

Sementara itu, Amin Said Husni, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, mengatakan, menurut hasil survey, kalau pemilu dilaksanakan sekarang maka setidak-tidaknya PKB itu ada di peringkat ke empat. Pasalnya, belakangan ini tingkat elektabilitas dan kepopuleran PKB melesat dengan perolehan kisaran tujuh persen.

“Ini merupakan tren perkembangan PKB yang cukup menggembirakan. Ini merupakan salah satu hasil dari popularitas ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar seiring dengan beliau yang akan maju dalam Pilpres,” urai laki-laki yang merupakan Bupati Bondowoso ini.

Namun, jika pelaksanaan pemilu tahun 2019, maka ada dua kemungkinan. Pertama, akan terus semakin naik, seiring dengan kerja keras dan kerja kreatif. Tapi juga bisa sebaliknya.

“Maka kita tidak bisa lain harus bekerja keras dan kreatif untuk terus mendongkrak menaikkan elektabilitas dan perolehan suara dalam pemilu 2019,” pungkasnya. (Och)