Share

BONDOWOSO – Pandemi Covid-19 berimbas ke berbagai sektor, salah satunya yakni para pekerja di Bondowoso yang terpaksa harus dirumahkan karena menurunnya omzet di tempat kerja mereka.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja Bondowoso mencatat bahwa ada sekitar 419 pekerja yang dirumahkan. Angka tersebut hasil pendataan sejak tanggal 4-5 April 2020.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Dan Perluasan Kesempatan Kerja (P4KK) Jamila Fitriyastuti, memprediksi bawah angka itu bisa bertambah manakala pendataan dilakukan lebih dari dua hari. Kendati demikian, belum ada jumlah pekerja Bondowoso yang di PHK.

” Itu dari sektor formal dan informal,” jelasnya.

Ia melanjutkan bidang pariwisata menjadi sektor paling banyak merumahkan karyawan. Hal ini diketahui, setelah pihaknya menghubungi para pengusaha.

” Kita menghubungi satu-satu untuk memberikan data pekerja yang dirumahkan atau yang di PHK, untuk perusahan. Kalau yang UMKM kita melalui Diskoperindag,” urainya.

 

Baca Juga : Diduga Menghina NU Dimedsos, Akun Facebook Abdur Q Dipolisikan

 

Selain itu, Jamila memprediksi jika pandemi Covid-19 belum berakhir, angka pekerja yang berpotensi kehilangan mata pencaharian bisa mencapai seribuan.

” Ini kebetulan kita sekarang mau menghitung yang masuk lagi. Tapi di luar dua hari tadi. Ini kita masih merekap. Karena kita kemarin juga minta sampai ke desa-desa juga,” tambahnya.

Banyaknya pekerja yang dirumahkan ini, kata Jamila, pihaknya pun berharap, baik pekerja maupun UMKM yang mengalami kemerosotan penghasilan dapat tercover dalam kartu prakerja.

” Karena kartu prakerja ini sasarannya adalah pekerja yang ter PHK, pekerja yang dirumahkan. Baik formal dan informal. Dan juga UMKM yang terdampak Covid-19,” pungkasnya.

Kartu prakerja sendiri diketahui sudah diluncurkan tanggal 11 April lalu. Pendaftarannya bisa diakses secara online melalui prakerja.go.id.(Och)