Share

BONDOWOSO – Jumlah pasien positif Covid-19 di Bondowoso yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) mencapai ratusan.

Data dari Dinas Kesehatan Bondowoso untuk update per 17 Juli 2021, ada 499 orang atau 73,38 persen yang menjalani isoman.

Mereka tersebar hampir di seluruh wilayah Bondowoso.

Tiga wilayah tertinggi secara berurutan yakni di kawasan seputar Puskesmas Kademangan sebanyak 57 orang, Nangkaan 51 orang, dan Kotakulon 49 orang.

Melihat tingginya pasien konfirmasi Covid-19 yang isoman ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bondowoso memberikan layanan konsultasi gratis secara on line atau melalui whatsapp.

Informasi ini bahkan telah disebar melalui poster di media sosial.

Tercantum nama dan nomer-nomer dokter yang tergabung di IDI yang siap memberikan konsultasi gratis.

Ada total 11 dokter yang dibagi dalam jam-jam tertentu untuk memberikan layanan konsultasi gratis.

Yakni pada pukul 06.00 hingga 08.00 pagi, 16.00 -20. 00 WIB. Selanjutnya, 19.00 – 21.00 WIB, serta jam 21.00 hingga 22.00 WIB.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten, M. Imron, membenarkan hal itu.

Ia menerangkan, para pasien Covid-19 yang tengah Isoman bisa konsultasi juga kepada para dokter yang nomernya telah tercantum di poster.

Mereka akan memberikan petunjuk terhadap hal-hal yang harus dilakukan.

“Nama-nama yang sudah ada, dibagikan itu bisa disebarluaskan,” ujarnya.

Ketua IDI Kabupaten Bondowoso dr. Slamet Santoso, mengatakan, pihaknya menginisiasi gerakan IDI Peduli ini karena melihat kasus konfirmasi Covid-19 yang semakin membludak.

Bahkan, data kasus Isoman sangat banyak. Pihaknya melihat masyarakat sangat membutuhkan konsultasi supaya tak panik.

Utamanya, konsultasi tentang bagaimana seharusnya perlakuan isolasi mandiri dengan gejala yang bervariasi.

“Agar masyarakat juga tidak terjebak dalam pengobatan-pengobatan yang tidak direkomendasikan,” ungkapnya dikonfirmasi Minggu (18/7/2021).

Ia mengaku, antusiasme masyarakat luar biasa untuk berkonsultasi. Bahkan, di hari pertama dirinya membuka ruang konsultasi pada 16 Juli 2021, dalam sehari sudah ada puluhan masyarakat yang berkonsultasi.

“Rata-rata keluhannya seperti masih ada batu dan pilek, apa yang harus dilakukan. Banyak lagi keluhan lainnya. Karena kita menangangi pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang,” tuturnya.

Slamet menyebut tak punya target waktu hingga kapan konsultasi dibuka.

“Terpenting sampai selesai pandemic ini. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir,” imbuhnya.

Pria akrab disapa Dokter Slamet ini mengaku bahwa bukan hanya 11 dokter saja yang memberikan pelayanan. Melainkan dokter lain yang tergabung di IDI pun juga bisa turut memberikan pelayanan konsultasi via online ke masyarakat.

” Kita tak bisa memaksakan teman-teman anggota yang berkenan. Kalau anggota IDI saat ini mencapai sekitar 135 orang. Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan konsultasi IDI online ini,” tutupnya.(och)