BONDOWOSO – Jami’ah Sama’an Khotmil Quran dan Swolawat bersama Bondowoso sejak Selasa malam menyebar para hafids ke sejumlah desa dan dusun sebayak 84 titik di Kecamatan Cermee. Masing-masing titik atau kelompok diisi oleh 5 hafidz. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Bajuran.

“Para hafidz telah didistribusikan ke sejumlah titik di tiap musala maupun rumah warga yang meminta. Ada 84 titik masing-masing kelompok itu terdiri dari 5 hafidz dan satu qori,” ungkap Abrorri selaku koordinator pemberangkatan.

Acara tersebut dihelat masih dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama yang ke 94 yang diprakarsai oleh Majelis Wilayah Cabang NU Cermee.

 

Baca Juga : Bupati Amin Minta Dikbud Tampung Keberatan Masyarakat Terkait FDS

 

Ketua MWC NU Cermee H. Faidul Manan mengungkapkan, acara tersebut bertujuan untuk merekatkan tali silaturahmi warga NU, khususnya di kecamatan Cermee. Tak hanya itu, acara tersebut juga sebagai instrumen untuk memberikan pemahaman kepada warga melalui tema yang diusung “Merawat Tradisi dan Kebudayaan Sebagai Pilar Paham Keagamaan. Tokoh ulama yang hadir di antaranya adalah KH. Kholil Situbondo.

Sementara Kepala Desa Bajuran merasa sangat senang karena di Desa tempat Ia mengabdi mendapatkan kesempatan memeriahkan Harlah Ormas terbesar di Nusantara itu.

“Patut bangga, karena kegiatan ini sebagai pengingat lahirnya NU, yang berperan berjuang demi keutuhan NKRI,” ujar Hasan saat ditemui di kediamannya.

Dari pantauan Memo Indonesia, pada acara puncak sore hari hadir Bupati Bondowoso beserta Ketua DPRD Ahmad Dhafir, untuk turut melebur bersama warga NU Ujung Timur Bondowoso itu. (abr)