BONDOWOSO – Dalam upaya optimlisasi pengelolaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) di Bondowoso, kejaksaan negeri (Kejari) Bondowoso menggelar rapat koordinasi dengan pendamping P3MD Bondowoso. Kegiatan tersebut digelar di aula Kejari Bondowoso, Senin (8/5/2017).

Hadi Marsudiono, Kasi Intel Kejari Bondowoso menyampaikan bahwa posisi pendamping sangat penting terhadap proses pengelolaan DD/ADD. Peran pendamping sangat strategis agar DD/ADD bisa berjalan maksimal.

Ada beberapa hal yang menurutnya sangat urgent terkait dengan pengelolaan DD/ADD. Baik itu mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban.
Terkait dengan pembangunan di desa, baik itu yang sifatnya fisik atau pun pemberdayaan, dia berpesan agar pengerjaannya memprioritaskan kualitas. “Pendamping harus ikut memantau proses pembangunan itu,” ujarnya.

Dengan pro aktifnya pendamping desa, lanjut dia, diharapkan bisa meminimalisasi kesalahan-kesalahan yang muncul di lapangan. “Pengerjaan itu kan sudah ada perencanannya, harus sesuai dengan itu,” ungkapnya.

Terkait dengan adanya rakor tersebut, Andiono selaku Koordinator Pendamping Ahli Bondowoso menyampaikan bahwa langkah ini cukup bagus. Setidaknya menambah bekal kepada pendamping ketika melakukan proses pendampingam di desa.

Dia menjelaskan bahwa niatan utama rakor ini adalah silaturahim, agar terjalin komunikasi antara pendamping dengan kejaksaan. “Biar Kejaksaan juga tahu pendamping itu bagaimana. Begitu juga sebaliknya. Karena kejadian kemarin ada oknum yang mengaku-ngaku sebagai pegawai Kejaksaan dan juga ada yang mengaku sebagai pendamping jangan sampai terulang lagi,” ujarnya.

Di samping itu, rakor ini juga menjadi media untuk saling serap informasi. Pihaknya ingin mempelajari temuan-temuan kejaksaan di 2016. Hal iu menjadi bahan agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Paling tidak, apa yang diinformasikan oleh kejaksaan terkait dengan temuan-temuan di 2016 bisa menjadi bekal teman-teman pendamping dalam proses pendampingan di desa,” harapnya. (esb)