Share

PROBOLINGGO – Kelompok Tani (Poktan) Rejeki 17 (R17) asal Dusun Pesapen Desa Watupanjang Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo Propinsi Jawa Timur, terus mendapatkan dukungan dan motivasi atas pelaksanaan Program Desa Pertanian Organik. Dan ini salah satu dari 150 lokasi perkebunan di Indonesia, yang juga merupakan agenda program Nawacita Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015 yang lalu.

Dukungan kali ini datang bersamaan dengan kunjungan tim monitoring evaluasi Ditjen Bun Kementan melalui Heru Tri Windarto selaku penanggung jawab program tersebut, pagi tadi, di lokasi perkebunan kopi Desa Organik R17 Desa Watupanjang.

Turut serta dalam kunjungan tersebut tim Desa Organik (DO) dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Heru sangat mengapresiasi hasil kinerja poktan R17 dan tim pendukung baik dari petugas pendamping, PPL maupun instansi pemerintahan setempat yang selama ini telah bersinergi untuk membantu semaksimal mungkin pelaksanaan Program Desa Pertanian Organik berbasis komoditas perkebunan itu.

“Program ini sudah setengah jalan dan pelaksanaan disini sudah bagus. Saya harap ke depan bisa mandiri dan menjadi percontohan bagi desa lainnya untuk mengikuti langkah yang serupa,” kata Heru saat berdialog di gazebo poktan R17.

Di salah satu penilaiannya, adanya bantuan ternak kambing jenis etawa yang diterima poktan R17 dan kini mulai berkembang pesat jumlahnya itu disebutnya sebagai faktor pendukung utama keberhasilan Program Desa Organik. Karena dalam program ini wajib menggunakan pupuk kandang.

“Untuk jumlah ternak 30 ekor bantuan Kementan itu tidak boleh berkurang karena sebagai indukannya. Sedangkan anaknya bisa untuk kesejahteraan anggota atau untuk kas agar nanti saatnya poktan ini mandiri sudah ada kas yang dikelola untuk segala kebutuhan kelompok,” himbaunya kepada poktan R17.

 

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Raih Penghargaan Rawan Bencana

Lebih lanjut Heru Tri Windarto berharap agar poktan R17 bisa sesuai target, yaitu selepas masa konversi 3 tahun, kawasan kebun kopi di Dusun Pesapen ini aman dari bahan kimia dan berhasil meraih sertifikat organik di awal tahun 2018.

“Untuk mendapatkan sertifikat organik ini kami bekerja sama dengan LSO BIOCert agar bisa lolos Organik SNI yang nantinya bisa memenuhi standart internasional agar kopi organik kita bisa masuk pasar Amerika dan Uni Eropa,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu pula Akbar Fauzi dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Biocert Bogor yang sudah sejak Senin (16/10/2017) sedang melakukan inspeksi di kawasan perkebunan kopi poktan R17 menyatakan kawasan ini bebas dari indikasi pelanggaran berat dan aman dari kimia.

“Bahwa di hari ke empat Inspeksi kami, untuk R17 termasuk aman meski masih ditemukan pelanggaran kategori ringan yaitu memberi batas penyangga pada kebun kopi yg berbatasan dengan kebun non organik,” ungkapnya.

“Jika sampai akhir waktu inspeksi benar-benar tidak ditemukan pelanggaran, bisa segera diajukan sertifikasi dan diharapkan bisa segera keluar sertifikat organiknya,” imbuhnya.

Sementara Ika Rahmawati, petugas pendamping Desa Organik yang sudah 3 tahun terakhir ini mencurahkan tenaga, waktu dan pikirannya di Dusun Pesapen itu mengaku bangga atas kunjungan langka tersebut.

“Mewakili teman-teman poktan R17 disini bahwa hal ini merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi kami bisa dimotivasi langsung dan dijenguk jauh-jauh dari Jakarta ke Desa Watupanjang itu Woww..! banget rasanya,” ungkap ibu dua anak asal Kabupaten Lumajang ini.

Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi motivasi khusus bagi kelompok tani binaannya itu agar lebih semangat lagi mensukseskan program pemerintah ini.

“Seperti yang dikatakan kepada kami, poktan R17 kalau mau menjadi poktan yang maju dan sukses harus punya target dan impian yang harus selalu dikejar tanpa mengenal lelah. Karena dengan itu R17 akan menjadi poktan yang luar biasa,” pungkasnya. (afu)