Share

BONDOWOSO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Aris Agung Sungkowo, menyebut tak terlibat dalam penebangan tiga pohon seno keling di taman magenda.

Kendati pohon tersebut memang dalam pengawasan DLHP, Mantan Kasatpol PP itu menyatakan penebangan tersebut murni merupakan inisiatif dan dalam tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pihaknya hanya menerima pemberitahuan.

“Pastinya ada pengajuan ke perijinan untuk pemotongan pohon. Yang mengajukan dan penanggungjawabnya PUPR,” jelas Aris, Jumat (15/10/2021).

Aris mengaku memang tak terlalu mengawasi penebangan tersebut. Sebab, pihaknya berasumsi akan ada pelebaran jalan sehingga pohon di taman magenda memang perlu ditebang.

Baca Juga : 3 Pohon Peneduh Taman Magenda Ditebang, Warga Akan Protes Pada Bupati

“Izinnya penebangannya karena pohon itu menggangu jalan. Maka kami pikir akan ada pelebaran jalan. Ketika penanggungjawabnya PUPR saya pikir yang motong ya tim PUPR. Bukan tim DLHP,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR saat hendak dikonfirmasi tidak ada di kantor. Saat dihubungi lewat sambungan telepon mau pesan whatapp tidak merespon.

“Pak Kadis sedang rapat di luar. Kabid yang membidangi juga lagi ada kerjaan,” ujar petugas penerima tamu di Kantor PUPR.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Kelurahan Badean protes atas penebangan yang dilakukan. Pasalnya, selain karena pohon tersebut masih dibutuhkan warga, dalam proses penabanganpun tak ada satupun dari petugas. Semua dilakukan oleh pekerja yang mengaku suruhan seorang pembeli kayu.

“Setelah saya telusuri kepada penebang, ternyaga pohon itu sudah dibeli seharga Rp. 120 juta dari seorang bernama Jauhari. Saya pikir dia pegawai. Ternyata bukan,” jelas Miftahul Huda. (abr)