BONDOWOSO – Dalam upaya mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Bondowoso, dinas PUPR Bondowoso mengalokasikan sekitar Rp 56 M di 2017 untuk pembangunan dan rehab jalan serta jembatan menuju daerah wisata.

Karna Suswandi, Kepala Dinas PUPR Bondowoso, menjelaskan pada 2017 ini ada beberapa daerah wisata yang menjadi prioritas pembangunan infrastruktur jalannya bahkan sudah hampir selesai menuju lokasi titik wisata.

“Contoh misalnya dari Cermee menuju Stonehenge di Solor bisa kita selesaikan insyaAllah dalam tahun ini,” jelasnya.

Selain itu, kata Karna, juga ada jalan dari Kawah Ijen menuju kawah Wurung dipastikan bisa selesai tahun ini. Namun demikian, masih ada beberapa jalan yang menuju objek wisata yang masih dilakukan secara bertahap. Seperti, dari Bondowoso ke Tancak Kembar, dan akses jalan menuju daerah paralayang.

“Oleh karena itu ke depan kita akan berkomunikasi dengan Dispar titik mana yang akan menjadi prioritas sehingga dinas PUPR dalam mendukung pariwisata itu sesuai dengan yang diharapkan oleh Dispar, yang pada akhirnya nanti bisa lebih majulah Pariwisata kita,” terangnya.

 

Baca Juga : Kadis PUPR Pastikan Papan Nama Proyek Terpasang di Bondowoso

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Harry Patriantono menjelaskan, ini adalah integrasi program yang artinya Disparpora dalam mengembangkan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Melainkan juga perlu adanya campur tangan dari dinas lain, seperti, pembangunan jalan dan infrastruktur oleh PUPR, pemberdayaan masyarakatnya oleh Bapemas, Diskoperindag.

“Ini adalah sinergitas integrasi program yang akan kita laksanakan ke depannya,” jelasnya.

Sementara terkait pembangunan jalan menuju Kawah Ijen ke Kawah Wurung dan Stonehenge di Solor ini didahulukan karena menjadi prioritas.

“Sementara ini kalau yang kawah Ijen kawah Wurung itu melihat data kunjungan ke destinasi wisata itu sangat-sangat tinggi. Kemudian kedua di Stonehenge di Solor jadi prioritas juga karena di sana ada keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Sekarang juga banyak permintaan dari travel agent untuk masuk ke sana cuma karena infrastruktur di sana masih belum memadai,” pungkas Harry. (och)