BONDOWOSO – Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso pastikan tak ada kantong darah yang terinfeksi virus HIV/AIDS. Kepastian itu  berdasarkan penggunaan alat tes uji saring darah Elissa yang digunakan PMI Bondowoso saat ini.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI, Dr. Deni, mengatakan alat uji tersebut digunakan oleh PMI untuk mengetahui kandungan darah. Dalam uji tersebut akan diketahui apakah darah dalam kondisi positif terkena virus sipilis, hepatitis B dan C, HIV/AIDS, ataukah tidak.

“Setelah discreaning menggunakan metode elissa, kami bisa mengetahui apakah darah tersebut mengandung berbagai macam penyakit yang ditularkan lewat darah atau tidak,” jelas Deni, Senin (29/7/2017).

“Saat ini kami pastikan darah yang ada di PMI Bondowoso dalam kondisi aman. Terlebih lagi saat memakai Elissa,” tambahnya kepada Memo Indonesia.

Penggunaan alat uji Elissa, menurut Ketua PMI Bondowoso, Miftahul Huda, adalah sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat pengelolaan darah yang berkualitas. Karenanya saat ini masyarakat tak perlu ragu karena Elissa merupakan alat uji dengan teknoligi mutakhir berstandar internasional. Mifatahul Huda menjamin bahwa, kualitas yang dikeluarkan UTD PMI Bondowoso aman untuk digunakan.

 

Baca Juga : Kesadaran Masyarakat Bertambah, Pendonor Darah Meningkat

 

“Sebagai upaya menyediakan darah sehat untuk kepentingan medis, kulitasnya harus dijaga. Saat ini pengolahan darah di UTD PMI Bondowoso telah menggunakan metode elisaa yang bertaraf international. Karenanya masyarakat tak perlu ragu,” tuturnya.

Dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan tersebut, Miftahul Huda berharap jumlah pendonor makin meningkat. Sebagai langkah antisipasi ketika permintaan stok darah meningkat.

“Kami harap pendonor makin banyak sehingga stok darah tetap terkontrol,” tukas Miftah. (abr)