Surabaya –  Polres KP 3 Tanjung Perak Surabaya berhasil mengungkap kasus penipuan atau penggelapan yang dilakukan oleh seorang pejabat kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya bersama seorang koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Surabaya, (4/5) tadi siang.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Polres KP 3 Tanjung Perak Surabaya Ipda Tyo Tondi mengatakan, korupsi Program Nasional Agraria (prona) yang dilakukan dua orang tersangka ini pada tahun 2014-2015.

“Kami amankan seorang Lurah Kelurahan Kedinding bernama Mudjianto dan koordinator BKM Jonathan Suwandono.Mereka berdua dianggap telah melakukan pungli kepada warganya hingga Rp 600 juta,” katanya di Mapolres KP3 Tanjung Perak Surabaya.

Diungkapkannya, kasus ini berawal pada bulan September 2013, tersangka Suwandono mengajukan ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) 2 Surabaya yang berisi Permohonan Proyek Prona yang diketahui oleh Mudjianto. Di tahun 2014, Kelurahan Tanah Kali Kedinding mendapat Kuota Proyek Prona sebanyak 150 bidang tanah, Prona tersebut seharusnya gratis, tak ada biaya dalam program tersebut. Tapi Suwandono memungut biaya dari warga dengan alasan adminisrasi.

“Warga dimintai biaya Rp 3,75-4,1 juta tergantung luas bidang tanah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, adapun barang bukti yang diamankan petugas berupa 1 Foto Copy Legalisir Milik Peserta Prona, Kwitansi pembayaran yang ditanda tangani oleh Staf BKM, Copy Laporan Keuangan, dan Copy SK Penunjukan sebagai Pelaksanaan Prona Tahun 2014.

“Kedua tersangka akan kami jerat dengan pasal 12 huruf e UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP,” pungkasnya. (sga)