BONDOWOSO – Sebanyak 37 objek wisata di Bondowoso rencananya akan dibuka saat new normal. Hal ini disampaikan saat rapat persiapan new normal wilayah setempat, yang digelar di Sabha Bina, Kamis (4/6/2020).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, Harry Patriantono, mengaku, dalam realisasinya seluruh objek wisata, 17 cafe, 19 hotel, serta resto akan dibuat memenuhi standart protokol kesehatan new normal. Yang sudah barang tentu akan diverifikasi terlebih dahulu oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19, dan Disparpora.

“Kami akan mensertifikasi beberapa tempat usaha seperti hotel, resto, cafe, kami akan berikan stiker bahwa disini sudah new normal,”katanya.

Nantinya, manakala objek wisata dibuka seluruh petugas pariwisata atau pun pengunjung juga diwajibkan untuk menggunakan face shield, masker dan cuci tangan.

Berikut juga para pengunjung ketegori group atau rombongan, haruslah memiliki rekomendasi dari Dinas pariwisata dan tim gugus tugas. Dengan ketentuan jumlah minimal 10 orang.

 

Baca Juga : Bertambah Lagi Pasien Positif Covid-19 di Bondowoso

 

Dalam prakteknya, kata Harry, pihaknya juga akan melibatkan TNI dan Polri.

” Dari bapak Kapolres atau pun Pak Dandim semuanya akan mendukung ini secara disiplin,”urainya.

Saat ini pihaknya tengah mengajukan anggaran untuk realisasi TOP (Tangguh, Optimistis, dan Produktif) pada seluruh objek wisata yang akan dibuka saat new normal itu.

“Kami ingin seluruh objek wisata di Bondowoso menjadi objek wisata yang tangguh, yang mengikuti seluruh protokol kesehatan,”urainya.

Rencananya, anggaran yang diajukan ini juga akan digunakan untuk pemenuhan SOP protokol kesehatan. Seperti, tempat cuci tangan.

” Yang jelas memang semua tempat wisata, kami upayakan, kami mengajukan kepada tim anggaran SOP tentang protokol kesehatan harus lengkap dan ada,”katanya.

Akibat pandemi virus corona ini, pihaknya saat ini menurunkan target PAD dari sektor pariwisata hingga 70 persen.

“Karena memang tingkat kunjungan sangat anjlok. Jadi kami merubah target, sudah sekitar turun dari Rp 426 juta mungkin sekitar Rp 100 jutaan. Jadi turun sekitar 70-80 persen,”katanya.

Ditanya perihal rencana penerapan new normal, Harry mengaku masih tetap menunggu keputusan dari gugus tugas Covid-19 Kabupaten.(och)