BONDOWOSO – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor rektorat, Senin (27/7/2020).

Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus ini menuntut segera menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi pada pemilu raya tahun 2020, yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM).

Menurut Koordinator Aksi, Fais, ada beberapa persoalan yang menjadi kesenjangan di kampus, sehingga ada beberapa pihak yang merasa didiskriminatif karena kebijakan yang dilakukan KPUM.

Ia menerangkan, persoalan yang terjadi yakni tidak ada pemberitahuan dari ketua KPUM maupun sekretaris berupa surat resmi undangan musyawarah kepada bawahan tentang regulasi KPUM berkaitan dengan pemilu raya tahun 2020.

Tidak melibatkan semua pengurus KPUM dalam pembentukan peraturan sehingga ketua KPUM dipandang tidak bijaksana dalam megkoordiner bawahannya.

Selain itu, lanjut Fais, KPUM tidak melayani pendaftaran paslon pada saat waktu pendaftaran masih dibuka dengan alasan yang tidak rasional.

“Kami sebagai mahasiswa aktif STAI At-Taqwa sangat merasa dirugikan dengan beberapa kesenjangan yang selama ini terjadi dilingkungan jajaran kampus,” ucapnya.

Dengan beberapa permasalahan tersebut, mereka meminta agar Ketua STAI AT-TAQWA Bondowoso menegur langsung wakil ketua III dan Kasubag bidang kemahasiswaan karan tidak merespon tuntutan mahasiswa terkait pelanggaran yang dilakukan oleh KPUM.

 

Baca Juga : Musda Golkar 2020, Dua Kader Muda Mendaftar di Hari Terakhir

 

Selain itu mereka juga menuntut agar menganulir seluruh proses pemilu raya tahun 2020-2021 karena terdapat pelanggaran, ketidak profesionalan dan mencederai asas demokrasi dilingkungan organisasi kemahasiswaan intra kampus STAI At-Taqwa Bondowoso.

Juga memecat dan atau memberhentikan ketua KPUM STAI AT-TAQWA Bondowoso periode 2020-2021, karena dianggap lalai dalam mengelola organisasi.

“Kami sebagai mahasiswa yang menginginkan keadilan kampus sangat menuntut keras proses regulasi kampus dan KPUM kampus yang selama ini menjadi kerugian bagi mahasiswa,” tegasnya.

Para mahasiswa itu mengancam jika permintaannya tidak dipenuhi akan melibatkan demonstran dengan masa yang lebih banyak lagi.

“Dengan beberapa tuntutan di atas kami sebagai mahasiswa STAI At-Taqwa Bondowoso sangat mengharapkan kebijakan yang tidak ada ketimpangan sebelah yang hanya memberikan keuntungan pada sebelah pihak saja, tetapi memberikan keuntungan kepada semua pihak yang menjadi komponen dari Perguruan Tinggi,” harapnya.

Sementara Ketua STAI At-Taqwa Bondowoso, H. Akhmadi, menjelaskan masalah ini memang terjadi antara mahasiswa dengan mahasiswa, antara KPUM dengan sekelompok mahasiswa, yang mana selama ini dalam pemilihan Presiden Mahasiswa disinyalir ada kelompok yang dirugikan.

Untuk mengatasi masalah ini H. Akhmadi mengaku sudah meminta Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan beserta Kasubag Kemahasiswaan dan Kaprodi untuk menanganinya.

“Jadi masalah ini tidak terlalu runcing dan biasa-biasa saja, karena masalah ini antar mahasiswa yang mana ada yang merasa dirugikan, sehingga ada tuntutan-tuntutan (read: dari yang merasa dirugikan),” terangnya. (abr)