Share

SITUBONDO – Polres Situbondo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah lokasi pertambangan di wilayah hukumnya, Kamis (15/9/2022).

Tampak turut serta dalam sidak tersebut, PUPP Situbondo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Bagian Perekonomian Pemkab Situbondo.

Adapun lokasi tambang yang didatangi di antaranya yakni, lokasi tambang milik Imam Solichin di Dusun Kotakan Cangkring, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Selanjutnya, di Jalan Tembus Kotakan, di lokasi tambang Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, dan lokasi tambang Kecamatan Banyuglugur.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Dedhy Ardi Putra, menerangkan, sidak dilakukan untuk memastikan kelengkapan perijinan yang dimiliki para penambang. Karena, berdasarkan data di Kabupaten Situbondo ada 27 penambangan dan empat pertambangan yang ijinnya sudah mati.

Selain itu, sidak juga dilakukan berdasarkan pengaduan dari masyarakat atas maraknya aktivitas pertambangan yang diduga ilegal.

“Melalui inspeksi mendadak ini kita akan mengetahui atau mendapat gambar tentang aktivitas pertambangan yang diduga ilegal dan aktivitas pertambangan yang legal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, apabila dalam pengecekan tersebut menemukan masalah administrasi. Pihaknya akan menyerahkan permasalahan tersebut ke dinas atau pihak yang menerbitkan perijinannya tersebut.

Baca Juga : Diancam Dibunuh, Warga Sumberanyar Datangi Mapolres Situbondo

“Jika ditemukan ijinnya mati, namun masih tetap beroperasi, maka kita baru akan melakukan penindakan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Rugaiyah, pegawai di Bagian Perkonomian Pemkab Situbondo mengatakan, bahwa, ijin tambang milik Imam Solichin yang disidak ini, tidak ada masalah. Karena seluruh ijinnya sudah lengkap, baik IUP, IOP dan KTT serta RKABnya.

“Ijin tambangnya lengkap mas, buktinya ada pajak yang masuk ke Pemkab,” jelas Rugaiyah.

Namun sayangnya, Rugaiyah tidak dapat menunjukan dokumen tambang milik Imam Solchin yang berlokasi di Dusun Cangkring, Desa Kotakan, Kec/Kab Situbondo.

“Untuk dokumen ijin lengkap tidak ada di Pemkab Situbondo, karena semua perizinan tambang bukan wewenang Pemkab Situbondo, tapi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pusat,” terangnya.

Sementara itu, Suhartini pemilik tabang yang berlokasi di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, mengatakan bahwa tambang yang dikelolanya sudah memiliki ijin lengkap pertambangan. Mulai dari ijin IUP, Ekplorasi dan IOP.

“Ijin kami 30 hektar, tapi karena kendala keuangan maka hanya 5 hektar yang kami tambang,” ujar Suhartini disela sidak tim gabungan Polres Situbondo.

Saat ditanya tentang Kepala Teknik Tambang (KTT), Suhartini menegaskan bahwa yang menjadi Kepala Teknik Tambang yakni anaknya sendiri.

“Kebetulan KTT disini. Anak saya sendiri. Sedangkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sudah mulai digarap,” pungkasnya.(Her)