Share

 

BONDOWOSO – Puluhan guru SD di Bondowoso mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), di Aula SMA Negeri 3 Bondowoso, Rabu (26/12). Acara yang diselenggarakan oleh Kwarcab Bondowoso bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, berlangsung enam hari hingga 31 Desember 2018 mendatang.

Endang Hardiyanti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, dalam sambutannya menerangkan bahwa gerakan pramuka menjadi salah satu cara memberika pendidika karakter bagi generasi muda. Hanya saja Berangkat dari berbagai sisi kajian tentang pasang surut dinamika persoalan tata kelola organisasi, kegiatan serta pola dan mekanisme pembinaan peserta didik Gerakan Pramuka di Gugus depan, disinyalir problem sangat kurangnya dukungan kongkrit dari sebagian besar Kamabigus yang notabene dijabat oleh Kepala Sekolah.

“Hal ini terjadi, karena terdeteksi adanya kekurang pahaman sebagian besar Kamabigus terhadap eksistensi dan arti penting pendidikan kepramukaan dalam upaya pembinaan karakter kaum muda bangsa Indonesia,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Oleh karena itulah, kata Endang Hardiyanti, dalam rangka mengurai problematika ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bondowoso bersama pemerintah daerah dan berbagai stake holder terkait bersinergi dalam satu komitmen mengupayakan para Pimpinan Satuan Pendidikan di Bondowoso harus terlibat langsung dalam upaya memahami pentingnya pendidikan kepramukaan bagi pembinaan karakter generasi muda, maka realisasinya, diagendakan seluruh calon kamabigus harus lebih dahulu mengikuti diklat kepramukaan, seperti yang saat ini sedang kita langsungkan.

Informasi dihimpun di lapangan selama enam hari para peserta akan mendapatkan materi diantaranya, prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, dunia penggalang, metode membina, dan materi praktek lainnya juga.(och)