Share

PROBOLINGGO – Sebelumnya sempat tersiar kabar adanya garam yang bercampur kaca, membuat salah satu produsen garam menjadi gundah dan menurunkan jumlah penjualannya di Kota Probolinggo.

Rabu (16/8) siang, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Perindustrian (DKUPP) Pemkot Probolinggo mendatangkan pihak produsen garam dari PT Unichem Candi Indonesia, Sidoarjo untuk bisa mengklarifikasi berita miring tersebut.

“Kami merespon kabar peredaran garam yang diduga bercampur kaca. Sebab ini sangat meresahkan masyarakat, padahal garam  yang kami produksi sudah berdasarkan proses produksi yang benar,” kata Nasional Marketing Manager PT Unichem Candi Indonesia, Benny Krismas kepada sejumlah media di salah satu rumah makan.

Kata Benny, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo setelah mendapatkan info tersebut dari pihaknya, secara langsung memeriksa garam tersebut ke laboratorium.

“Setelah mendengar ada produk garam kemasan pabrikan yang mengandung kaca, pihak Dinkes membeli produk tersebut dan melakukan uji laboratorium,” tambahnya.

Jadi, kata Benny, memang pada titik jenuh tertentu, garam itu bisa berbentuk kristal, dan itu mungkin yang dimaksud oleh masyarakat dengan kaca tadi.

 

Baca Juga : Cara Unik Desa Rambigundam Peringati HUT RI

 

“Memang dari hasil percobaan yang dilakukan, garam itu bisa mengkristal, dan jika kristal tersebut dilarutkan kedalam air maka akan hilang bercampur air,” jelasnya lagi.

Menurut salah satu distributor garam merk Daun, Irawan kepada awak media menjelaskan jika hal ini sangat membuat masyarakat resah dan menurunkan angka penjualan garam yang dijualnya.

“Garam saat ini memang sulit, jadi dengan pemberitaan adanya garam bercampur kaca ini membuat resah di masyarakat dan menurunkan angka penjualan kami di pasaran hingga 50 persen lebih,” ungkapnya.

Irawan menegaskan, kalau garam bercampur kaca itu hanya sebuah isu saja dan tidak beredar di masyarakat.

Pada pemberitaan sebelumnya, sempat Kabid Perdagangan Disperindag Pemkot Probolinggo, Sugeng Riyadi mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar.

Sebab dari hasil lab jika terbukti ada campuran kaca, DKUPP akan melakukan blokir peredaran garam kemasan tersebut, dan akan melaporkan ke pihak kepolisian.

“Memang garam yang diduga mengandung serpihan mirip kaca ditemukan warga Kota Probolinggo 4 hari lalu, memang sempat membuat warga resah,” ujarnya

Sementara itu, Kepala DKUPP Pemkot Probolinggo, Gatot Wahyudi pun mengimbau, kepada warga untuk tidak resah sebab sudah ada kejelasan soal tidak campuran yang ada di garam.

“Kan tadi sudah dijelaskan oleh produsen garam, jadi masyarakat tidak perlu resah lagi untuk membeli garam. Dan pengetesan dapat dilakukan dengan cara yang simple seperti yang diuji cobakan itu,” katanya singkat. (ufa)