BONDOWOSO – Pembangunan saluran irigasi melalui program swakelola Hippa yang dikucurkan oleh Dinas PUPR Bondowoso, dalam pelaksanaan pembangunannya betul-betul telah dimaksimalkan oleh sejumlah Hippa di masing-masing Desa penerima. Salah satunya milik Desa Glingseran, Kecamatan Wringin.

Sulaedi, Kepala Desa Glingseran mengatakan, bahwa program yang secara langsung dikelola oleh Hippa itu merupakan trobosan yang sangat tepat untuk menghasilkan pembangunan yang berkwalitas. Pasalnya, Hippa selaku penanggung jawab skaligus penerima manfaat, tentu tidak akan ‘bunuh diri’ dengan membangun saluran secara asal-asalan. Hippa setempat, lanjut Sulaedi, tentu akan pengupayakan agar hasil pembangunan benar-benar berdiri kokoh, untuk mempermudah mengairi lahan pertanian mereka sendiri.

“Dengan dikelola sendiri oleh Hippa, tentu seluruh anggota Hippa akan berupaya membangunnya dengan maksimal. Karena selain akan menjadi penanggung jawab, mereka sudah pasti akan merasakan atas hasil pembangunan mereka sendiri,” ungkap Sulaedi, Selasa (31/7).

Ia juga mengungkapkan, bahwa dirinya selalu selaku Kades setempat turut berpartisipasi dalam memantau jalannya proses pembangunan. Ia memastikan pembangunan di Desanya sudah sesuai dengan spesifikasi.

Hippa Tani Jaya milik Desa Glingseran sendiri membangun saluran irigasi sepanjang 250 meter dengan anggaran dana Rp.250.000.000. Hingga saat ini pekerjaannya masih menyisakan 30 meter, dan diprediksi akan selesai dalam tiga hari ke depan.

Begitu pula dengan Hippa milik Karya Satu milik Desa Ambulu, Wringin. Pembangunan Hippa milik mereka dikerjakan dengan penuh rasa kepemilikan yang amat tinggi. Kepala Desa setempat mengatakan, bahwa 40 hektare lahan sawah yang biasanya kesulitan untuk mendapatkan air, saat ini sudah teratasi berkat program swakelola Hippa.

“Dulu sebelum dibangun petani kesusahan karena air banyak kebuang. Luas persawahan disini sekitaran 40 hektar, dan irigasi ini sangat bermanfaat bagi petadi. Padi, tembakau, jangung sekarang bisa tumbuh subur,” terangnya kepada memoindonesia.com.

Untuk diketahui, dari total sembilan titik penerima pembangunan swakelola Hippa, Dinas PUPR telah melakukan peninjauan pembangunan di dua lokasi di Kecamatan Wringin, (18/7). Ke-dunya adalah milik Hippa Banyu Sari di Desa Banyuwulu serta Hippa milik Karya Satu di Desa Ambulu. (abr)