BONDOWOSO – Hasil produksi rumahan berupa makanan dan minuman (mamin) dari industri kecil di Bondowoso sejauh ini mampu menembus pasar di luar daerah. Pemerintah diharapkan bisa terus memberikan pendampingan agar kuantitas dan kualitas produksi bisa meningkat.

Dalam penutupan Pekan Pemuda di kantor Disparpora Bondowoso, Rumah Industri Kreatif Bondowoso (RIKB) memajang berbagai produknya. Di antaranya dari kerajinan daur ulang hingga bumerang.
Di samping itu, berbagai olahan makanan dan minuman seperti sari buah markisa hingga rengginang juga mereka bawa.

Ajang tersebut menjadi media untuk mempromosikan makanan dan minuman khas tersebut.
Suyono selaku Humas RIKB menyampaikan, RIKB memang sengaja di berikan kesempatan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membuka stand. Dia pun menyambut baik dengan menampilkan produk-produk dari anggotanya.

Ternyata tujuan RIKB lebih kepada mempromosikan produk-produk tersebut. Bagi yang ingin membeli dengan jumlah banyak, dirinya mempersilahkan datang ke Curahdami karena yang disediakan saat itu tidak banyak.
“Dengan senang hati kami kesini. Cuma sebenarnya tujuan kita tidak khusus bertujuan untuk menjual tapi lebih kepada mempromosikan produk usaha kreatif kami dan mengenalkan produk asli Bondowoso,” ungkapnya.

Suyono juga memberikan informasi bahwa produk RIKB sudah tembus di pasar wilayah Jawa Timur karena secara kualitas sudah dapat bersaing.

“Selain di bondowoso, kita sudah sering kirim ke Jember, Banyuangi bahkan Surabaya. Rasa makanan dari bondowoso ini enak, trus kemasannya sudah baik dan bisa disaingkan dengan produk kota lain,” jelasnya.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk turut mendukung kami. Kalau pelatihan kita sudah beberapa kali mengikuti yang diadakan oleh Diskoperindag, tapi untuk bantuan berupa alat dan modal belum,” tutupnya. (abr/esb)