Agus Minarno menjelaskan gambar jalan frontage di Desa Klampok.

PROBOLINGGO – Pada pemberitaan sebelumnya, ratusan warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Jumat (12/1) sekitar jam 06.30 Wib lalu yang sempat memblokade akses jalan raya pantura Tongas, meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membuat jalan Desa yang menurut warga tertutup proyek jalan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) untuk dibuka.

Menanggapi permintaan warga Desa Klampok tersebut, Agus Minarno selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada sejumlah insan pers menyatakan tidak akan menyetujui permintaan warga Desa Klampok. Permintaan warga tidak mungkin terealisasi, siang tadi.

Agus Minarno menjelaskan, ada 4 jalan yang dikatakan warga merupakan jalan Desa itu tidak benar.

“Itu hanya jalan setepak/jalan galeng sawah. Untuk memfasilitasi warga Desa Klampok untuk ke sawah kami sudah membuatkan jalan frontage melingkar sepanjang 900 meter,” kataya.

Baca Juga : Warga Demo Tutup Jalan Tongas, Ada Apa Ya?

Dan jalan frontage itu kata Agus bukan lahan milik warga, tapi termasuk lahan yang sudah pembebasan.

“Kami tidak pernah menjanjikan kepada warga Desa Klampok untuk membuat jalan tembus seperti yang dimaksud warga. Namun warga yang mengajukan permintaan kepada kami,”  jelasnya lagi.

Menurut Agus, aksi warga Desa Klampok tersebut demo dengan memblokir akses jalan raya pantura Tongas ini, disinyalir ada yang mendalangi. Karena ijinnya bukan demo tetapi Istighosah di Desa Klampok.

Agus Minarno juga menerangkan, mulai bulan depan pengerjaan proyek jalan tol Paspro sesi IV dari Leces – Simpang Susun Gending sepanjang 12 km sudah dimulai. Untuk pengerjaan sesi IV ini sementara masih tahap pembebasan lahan, sedang untuk penetapan lokasi baru awal Maret, terangnya.

“Sedang untuk tol Paspro sesi 1 – 2 – 3 sepanjang 31, 3 km pada 29-Mei-2018 akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo,” pungkasnya. (afu)