BONDOWOSO – Posko Covid-19 di Bondowoso yang diantaranya terletak di di sejumlah perbatasan tampak dibongkar. Tidak lagi difungsikannya posko tersebut karena dinilai mulai kurang efektif.

Juru bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr. M. Imron menjelaskan, pihaknya kini memperkuat peran Gugus Tugas di desa atau kelurahan untuk penanganan Covid-19. Salah-satunya upayanya dengan membentuk sejumlah kampung tangguh.

“Jadi nanti yang lebih banyak menjadi filter adalah gugus tugas di desa atau kelurahan bersama kampung tangguhnya itu,” jelasnya usai rapat di gedung DPRD, Rabu (3/6/2020).

Imron menegaskan, sterilisasi kesehatan tidak hanya mengandalkan posko Covid-19 di tiap perbatasan, karena tidak mungkin menghentikan semua kendaraan tiap menitnya.

Mengenai kampung tangguh yang sudah mulai dibentuk di beberapa desa, menurutnya satu kecamatan satu desa menjadi pilot project. Tetapi jika memang terdapat kawasan yang menjadi zona merah dipersilahkan membentuk kampung tangguh.

“Karena ke depan kita harus semua desa menjadi kampung tangguh. Di Bondowoso ada 219 desa,” paparnya.

 

Baca Juga : Wali Santri Diimbau Tidak Masuk Area Ponpes Saat Antarkan Santri

 

Semantara memasuki tatanan hidup baru atau new normal, Imron mengatakan sedang dalam persiapan namun belum bisa memastikan, karena di Jawa Timur belum mendapatkan ijin untuk menerapkannya.

Artinya, kebijakan tersebut diserahkan kepada daerah masing-masing. Di Kabupaten Bondowoso saat ini kasus pasien positif Corona terus bertambah. Sehingga, lanjut Imron, kebijakan tatanan kehidupan baru di Bondowoso masih belum waktunya untuk diterapkan.

“Paling tidak kan nggak ada kasus, atau penurunan kasus 50 persen, tidak ada penambahan. Kan itu syarat-syaratnya. Bukannya kita pesimis tapi saatnya ini koq kita belum le arah sana.,” katanya.

Namun begitu, langkah awal adalah semua harus mempersiapkan untuk menuju tatanan kehidupan baru. Dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat umum seperti tempat kerja, pasar hingga tempat pendidikan.

“Begitu menjadi keputusan dari Bupati, kita sudah siap dengan SOP atau protokol kesehatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, beberapa posko Covid-19 yang sudah dibongkar tersebut antara lain di Kecamatan Prajekan, Kecamatan Wringin, Kecamatan Maesan dan terminal Bondowoso. (abr)