Share

SITUBONDO – Satreskrim Polres Situbondo tengah mendalami beredarnya video viral perampasan paksa jenazah positif Covid-19 di Desa Trebungan, Kecamatan Mlandingan.

Untuk mengetahui ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kemarin rame itu (video viral perampasan paksa jenazah positif Covid-19 -red), sesuai petunjuk dan arahan bapak Kapolres kita akan segera melakukan pemanggilan kepada mereka yang diduga melakukan pemaksaan diri untuk melaksanakan pemakaman diluar protokol kesehatan Covid-19,” ujar Kasat Reskrim, AKP Agung Widodo Rabu (14/7/2021) sore.

Ia mengatakan, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam perampasan paksa jenazah positif Covid-19 tersebut.

“Pasti ada jeratan hukum bisa dikenakan undang-undang wabah nomor 4 tahun 1984. Tentang wabah penyakit menular, khususnya pasal 14. Kemudian bisa juga pasal 178 KUHP, ancamannya sudah jelas. Yang terpenting tunggu saja hasilnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, pria asal Kota Surabaya ini menghimbau, kepada masyarakat Situbondo untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Untuk warga tolong lakukan 5 M. Antara lain, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak satu sama lain, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” tambahnya.

Baca Juga : PPP Situbondo Bagikan Ratusan Paket Sembako kepada PKL Alun-alun Situbondo

AKP Agus Widodo mengungkapkan, tidak ada niat dari pemerintah untuk menyengsarakan rakyatnya.

“Kita harus sabar, semua lapisan masyarakat pasti terdampak pandemi Covid-19 ini,” paparnya.

Sebelumnya, beredar video di media sosial perampasan paksa jenazah positif Covid-19 yang diduga terjadi di Desa Trebungan, Kecamatan Mlandingan. Dalam video tersebut, warga terlihat mengambil peti jenazah dari ambulan.

Selain itu, para warga juga memakamkan jenazah tanpa menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tak cukup disitu, masyarakat juga melakukan pembakaran peti jenazah. (Ozi)