Share

JEMBER – Aparat Polres Jember berhasil menangkap tujuh tersangka dalam sepekan. Ketujuh pelaku yang berhasil diamankan polisi terkait kasus penyimpanan dan pembuatan mercon 3 tersangka, kasus senjata tajam tiga tersangka dan satu tersangka adalah debt collector terkait kasus penganiayaan.

Hal ini disampaikan Kapolres Jember, Kusworo Wibowo dalam press release tadi siang. Menurutnya, ketujuh tersangka ditangkap dalam waktu seminggu di beberapa tempat yang berbeda, yaitu di Sukowono dan lampu merah Mangli, Kecamatan Kaliwates. Dari tangan pelaku penyimpan dan pembuat mercon, polisi berhasil mengambankan barng bukti berupa bahan petasan 7 kantong dengan berat 2,5 kg.

“Dari tangan tersangka pembawa sajam, kami berhasil mengamankan 5 sajam dan 1 buah stik. Sedangkan untuk tersangka oknum debt colector kami amankan karena kasus 351 KUHP. Saat itu, tersangka memukul pemilik mobil Brio di lampu merah Mangli,” ujarnya.

 

Baca Juga : Polres Situbondo Ringkus Dua Warga Pembuat Mercon

 

Agar tidak melanggar hukum Kusworo meminta kepada para debt colector dalam melaksanakan tugasnya untuk meminta pendampingan dari pihak kepolisian. Hal itu harus dilakukan guna menghindari tindak pidana apabila pihak konsumen melawan.

“Apapun alasannya, meskipun memiliki surat tugas dan sertifikat fidusia, debt colector dilarang menghadang dan merampas kendaraan di jalan. Aksi semacam itu bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan untuk kasus petasan yang membuat dan menyimpan bahan membuat petasan ini agar menjadi pelajaran bagi masyarakat. Akibat perbuatannya, tersangka terjerat UU Darurat No 12 tahun 1951 pasal 1 ayat 1 dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kami beserta jajaran Polres Jember mengimbau, agar masyarakat tidak membuat, menjual ataupun menyimpan bahan petasan yang akan membahayakan orang lain. Kami akan bertindak tegas terhadap pelaku yang melanggar hukum,” pungkasnya. (roy)