BONDOWOSO– Polres Bondowoso akan mendalami pernyataan Sekretaris Daerah Syaifullah terkait Covid-19 yang menyebutkan bahwa “virus corona merupakan opini yang dibentuk oleh paradigma”.

Menurut Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, usai mengikuti Pers Conference di Pendopo Bupati, Kamis (11/6/2020), pihaknya telah memiliki video lengkap acara tersebut. Selanjutnya, kepolisian akan menindaklanjuti apakah ada unsur kesengajaan atau tidak yang berkaitan dengan berita bohong.

“Kalau ada unsur kesengajaan atau tidak untuk berita bohong. Ya kita masih kaji dulu, kita kan punya video lengkapnya. Kita bisa pelajari,”ujarnya.

Manakala memang ada unsur kesengajaan, kata Kapolres Erick, pihaknya akan menindaklanjuti proses hukumnya.

“Artinya masih dikaji. (Apakah akan ditindak lanjuti?) Akan ditindaklanjuti ya pasti,”pungkasnya.

 

Baca Juga : Ketua DPRD Dorong Sekda Syaifullah Minta Maaf

 

Untuk informasi, Sekretaris Daerah Syaifullah mengikuti zooming yang diselenggarakan oleh PC PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Bondowoso yang bertajuk “Peran Pemerintah Terhadap Keselamatan Pesantren di Tengah Pandemi Covid-19”, pada Rabu malam (10/6/2020).

Dalam dialog tersebut, Sekretaris Daerah Syaifullah menyebutkan bahwa virus corona merupakan opini yang dibentuk oleh paradigma.

“Covid saya tinggalkan dulu, karena bagi saya Covid ini adalah opini yang dibangun oleh sebuah paradigma. Dan saya belum pernah menemukan langsung, ketemu dengan orang yang kena Covid ini, sepertinya menakutkan. Tidak, tidak. Saya fokus pada pupuk sekarang ini,”seperti dikutip dalam video viral tersebut.

Menanggapi hal ini, Bupati Salwa Arifin saat pers conference, di Pendopo Bupati, Kamis (11/6/2020), menegaskan bahwa pernyataan Sekretaris Daerah Syaifullah terkait Covid-19 bukanlah pernyataan dari Pemerintah Daerah. Melainkan pernyataan pribadi.

Di sisi lain, kehadiran sekda dalam kegiatan tersebut bukan mewakili dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) atau pun gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.(och)