Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar

SURABAYA – Polrestabes Surabaya terus melakukan menyelidikan terkait kasus tewasnya dua orang pendekar silat pada Minggu dini hari (1/10), yang bentrok dengan bonek, julukan suporter Persebaya. Pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa lima orang saksi terkait bentrokan tersebut.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan, bahwa penyelidikan awal telah dilakukan oleh tim gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Tandes Surabaya. Dari lima orang saksi yang telah diperiksa itu, terdiri dari dua orang saksi anggota kepolisian yang pertama kali tiba di tempat kejadian perkara.

“Kami juga memeriksa tiga orang saksi dari masyarakat yang menyaksikan di sekitar tempat kejadian perkara,” katanya.

Bentrokan massa bonek dengan sejumlah anggota pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT),Diungkapkannya terjadi saat kedua kubu berpapasan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya, usai pertandingan laga kandang Persebaya melawan Persigo Semeru FC Lumajang pada Sabtu malam (30/9) sekitar pukul 23.30 Wib.

 

Baca Juga : Polisi Mediasi Bonek dengan PSHT di Mapolrestabes Surabaya

 

“Saat itu, sebenarnya polisi telah berhasil membubarkan bentrokan. Namun massa bonek melakukan penghadangan di Jalan Raya Balongsari, yang kemudian membakar satu unit sepeda motor hingga dua orang menjadi korban meninggal dunia dari kubu PSHT,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dua korban yang tewas itu teridentifikasi bernama Eko Ristanto (25), warga Tlogorejo, Kepuh Baru, Bojonegoro, serta Mohammad Anis (20), warga Simorejosari, Bojonegoro. “Seketika usai kejadian, tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Bukti-bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara itu telah kami kumpulkan sebagai bahan untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dua korban yang meninggal dunia, ditambahkannya juga telah diotopsi di RSUD dr.Soetomo Surabaya, dan sejak Minggu malam (30/9) telah dikembalikan ke pihak keluarganya untuk dikebumikan di daerah asalnya masing-masing. ”Sekarang kami masih menunggu hasil otopsi dari tim dokter RSUD dr.Soetomo untuk pengembangan penyelidikan. Semoga segera terungkap,” pungkas polisi asal Maluku itu. (sga)