SURABAYA – Polisi memediasi kelompok suporter Persebaya dengan perguruan bela diri Pencak Silat Setia Hati Terate (PSHT) di gedung serbaguna Polrestabes Surabaya, tadi pagi (1/10). Pertemuan ini terkait perseteruan oknum kedua kelompok tersebut di Jalan Balongsari, Minggu dini hari tadi pagi.

Hadir sekitar 15 suporter sepak bola dengan koordinatornya Andi Peci. Sedangkan dari PSHT sebanyak 15 orang, dengan koordinator Maksum Rusakin, selaku Ketua Cabang PSHT Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal mengatakan, kedua belah pihak sudah saling memahami. “Dengan niat tulus, meredam. Proses hukumnya sepenuhnya diserahkan pada kepolisian. Karena tempat kejadian perkara ada di wilayah hukum Polrestabes Surabaya,” katanya disela-sela pertemuan tersebut.

Ia lantas meminta kedua belah pihak untuk sama-sama menjaga Kota Surabaya. “Karena dalam hal ini saya adalah orang yang paling bertanggung jawab tentang kejadian itu. Maka dari itu, kami menginisiasi meminta saudara saya yang kanan (Maksum Rusakin, red) dan kiri (Andi Peci, red) untuk menjaga Kota Surabaya itu aman,” ujar perwira akrab dipanggil Iqbal tersebut.

 

Baca Juga : Bentrok Bonek vs Perguruan Silat, 2 Tewas

 

Setelah mediasi, M Iqbal juga mengaku sudah memerintahkan anaknya buahnya, di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya  AKBP Leonard Sinambela supaya tetap memproses insiden tersebut sesuai hukum yang berlaku dan akan melakukan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

“Tentunya penyelidikan dari awal sampai dengan terjadinya suatu tindak kekerasan itu siapa yang diduga melakukan itu oknum-oknum dan tanda petik Bonek dan oknum siapapun tetap diproses tanpa pandang bulu (melihat siapapun). Ini nantinya akan diawali dengan melakukan pemeriksaan terhadap Andi Peci dan beberapa teman (kawan suporter bonek),” pungkas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sementara itu, perwakilan Bonek Andik Peci mengucapkan belasungkawa. Kebetulan saat insiden tersebut, dia ada di lokasi, bahkan mengantar korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

“Saya selaku kordinator Bonek Surabaya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya,” katanya. (sga)