Kapolda Jatim,Irjenpol Machfud Arifin bersama Kepala Kanwil BPN Jatim,Gusmin Tuarita sepakat bentuk tim satgas mafia tanah

SURABAYA – Kasus sengekta tanah memang banyak terjadi di Jatim.Ini kerap terjadi karena memang harga tanah di Jatim tidak ada yang murah.Dengan dibentuknya satuan tugas (satgas) ini kami harap bisa berbagi informasi terkait kasus yang terjadi di Jatim.Demikian disampaikan Kapolda Jatim,Irjenpol Machfud Arifin usai dibentuknya satgas mafia tanah bekerjasama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim di Surabaya,kemarin.

Machfud Arifin mengatakan,Saat ini dari data Polda Jatim masalah pertanahan yang ditangani mencapai 140 kasus.

“Yang terdata sekitar 140an kasus.Dan pasti yang tidak terdata bisa lebih banyak lagi,itu yang menjadi target dari tim satgas untuk menyelesaikan kasus lebih banyak lagi,” katanya.

Untuk teknis tim satgas yang baru dibentuk itu,ia menyerahkan sepenuhnya pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim.

“Dari BPN sudah disiapkan personilnya dan itu akan dilaporkan ke kami sebelum tim bertugas, Namun saat ini laporan pidana pertanahan di Polda Jatim juga bisa langsung ditindaklanjuti oleh tim satgas,” ujarnya.

 

Baca Juga : Kawasan Ijen Susah Internet, Pemkab Bondowoso Gandeng Operator

 

Machfud Arifinmengintruksikan agar seluruh Kapolres,Kapolrestadan Kapolrestabes untuk berkoordinasi dengan BPN kabupaten/kota.

“Ini para Kapolres sudah siap tangani masalah pertanahan.Bentuk tim satgas juga di tiap wilayah agar penanganan bisa lebih optimal,”pungkasnya.

Sementara itu,Kepala Kanwil BPN Jatim,Gusmin Tuarita mengatakan, dengan adanya satgas ini sangat membantu BPN yang sering mendapat pengaduan sengketa pertanahan.

“Kerjasama ini penting karena banyak konflik. Pengaduan selalu ada.Kami ikut dalam tim supaya masalah cepat tuntas,” katanya.

Banyaknya permasalahan pertanahan diJatim,Ditambahkannya Sangat bisa menimbulkan konflik sehingga bisa mempunyai dampak ekonomi.

“Kami (BPN dan Polda Jatim) bisa saling tukar informasi dan data yang ada di BPN.Memeriksa supaya ada langkah pencegahan dan bisa perbaiki yang sudah ada,” pungkasnya.(sga)