Share
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (BLH) saat mengambil sampel limbah B3 di dekat rumah susun (Rusun) Romokalisasi, Surabaya, Kemarin.

SURABAYA – Polisi masih terus melakukan uji laboratorium atas kasus limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang di dekat rumah susun (Rusun) Romokalisasi, Surabaya.Pengujian limbah B3 tersebut dilakukan oleh tim laboratorium forensik Mabes Polri cabang Polda Jawa Timur.Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes. Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jawa Timur, di Mapolda Jatim, kemarin.

Frans Barung mengatakan, tujuan dilakukan uji laboratoriumuntuk membuktikan secara faktual kinerja penyidik saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sehingga hasilnya tidak diragukan lagi, karena sudah dilakukan uji laboratorium secara formal dan materil.

“Untuk memastikannya cairan yang dibuang di Romokalisari itu limbah B3 atau bukan dan saat ini tim forensik Mabes Polri masih bekerja,” katanya.

 

Baca Juga : Sekda Prov Jatim Minta Guru Gugus Depan Tidak Ajukan Mutasi

 

Untuk masalah hasilnya,ditambahkannya akan segera disampaikan secepatnya dan meminta untuk bersabar, “Iya kemungkinan waktunya bisa dua atau tiga hari kedepan.untuk mengetahui hasilnya kalau itu memang limbah B3. Tapi itu semuanya tergantung tim forensik, karena sampai sekarang masih bekerja, mohon bersabar dan waktunya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus pembuangan limbah B3 diketahui setelah banyak warga yang tinggal di Rusun Romokalisari menjadi korban, dan harus dirawat di rumah sakit, Kamis (13/7) malam. Polisi bersama Pemerintah Kota Surabaya langsung melakukan evakuasi warga yang tinggal di Rusunawa. Dari kasus limbah tersebut, Polrestabes Surabaya langsung bergerak turun di lokasi melakukan olah TKP.

Polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah M Faizi (41), warga Bungah, Gresik, Hadi Sunaryono (49), warga Kebomas, Gresik, dan Soni Eko Cahyono (38), warga Krembangan. Untuk Kris Dwi Setiawan (42), sopir kontainer yang tinggal di Tenggumung Wetan, sebagai saksi.Dan saat ini berkas perkara telah dilimpahkan dari Polrestabes Surabaya kepda Polda Jatim,Dikarenakan Diduga salah satu tersangka masih berada di Jakarta.(sga)