Share

SURABAYA – Haidar (21) warga Bangil, Pasuruan dibekuk oleh jajaran Unit IV Cyber Crime Subdit II Ditreskrimsus Polda Jatim. Pasalnya pria ini telah melakukan ujaran kebencian pada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian dengan menggunakan media sosial Instagram untuk menyampaikan kritik dengan berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, Penangkapan pelaku ini berkat laporan masyarakat. “Setelah kami mendapatkan laporan dari masyarakat, tim cyber crime melakukan penelusuran dari akun Instagram haidar_bsa dan polisi akhirnya berhasil menangkapnya. Pelaku Haidar ini mengirim foto dan caption yang melecehkan presiden pemimpin negara dan kapolri,” katanya di Mapolda Jatim.

Sementara itu, pelaku Haidar mengaku di depan penyidik bahwa mengenai kebenciannya kepada Presiden itu dilakukan secara spontan dan melakukan ujaran kebencian sejak Juli 2017. Postingan yang diunggah di media sosial , di antaranya menghina Presiden Jokowi hingga menyamakan Kapolri dengan DN Aidit yang merupakan salah satu tokoh PKI.

 

Baca Juga : Tim Saber Pungli Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim Tangkap Dua Kabid

 

“Saya lakukan spontan. Gambar saya repost dari grup yang saya ikuti di Instagram salah satunya akun liputan rakyat. Untuk caption saya yang buat sendiri,” akunya.

Ditempat yang sama, Kasubdit II Ditreskrimsus, AKBP Festo Ari Permana mengungkapkan, pelaku melakukan ujaran kebencian sejak tanggal 20 Juli 2017 hingga 24 September 2017.

“Tersangka berulang kali melakukan postingan konten negative dan ujaran kebencian (hate speech) melalui media sosial lnstagram dengan nama akun Haidar_bsa. Jumlah pengikutnya sebanyak 7.078 follower. Melalui akun lnstagram pribadinya Haidar_bsa memposting meme dengan caption yang bermuatan SARA, menyasar suatu suku, ras, maupun agama tertentu, penghinaan terhadap presiden dan pejabat Negara serta beragam konten hoax,” ungkapnya.

Ditambahkannya, barang bukti yang diamankan polisi yakni berupa HP iphone 7+ warna hitam yang digunakan untuk memposting via lnstagram tersebut dan satu bendel screenshot akun medsos Haidar. “Untuk pelaku akan dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Rl No. 11 Tahun 2008 tentang lnforrnasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 207 dan Pasal 208 KUHP dengan pidana penjara maksimal enam tahun,” pungkasnya. (sga)